arsenal

Tetaplah Berharap, Nak!

10547643_684640334961955_6483672917313279837_n

“Janganlah pernah berhenti dalam berharap, karena di dalam harapan ada kekuatan yang luar biasa. Meski, dalam kenyataannya yang kita lihat begitu berat dan semua orang mencaci tentang apa yang kita yakini dalam hati ini.” kata seorang bapak yang sedang menasehati seorang anak yang terlihat lebih muda daripada saya.

Harapan. Kata itu yang paling sering saya pakai dalam setiap penulisan saya di blog ini, alasannya ialah sederhana karena harapan itu merupakan sebuah kekuatan yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Harapan itu terkadang berat untuk menjaganya apalagi kalau sudah dibenturkan dengan keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan sebelumnya.

Semuanya akan indah pada waktunya dan yang perlu dilakukan hanyalah terus bertahan dalam harapan itu meski seberapa pahit yang kita rasakan dalam prosesnya.

**

Arsenal telah membuka puasanya pada musim lalu, akhirnya klub besar ini berhasil menuntaskan dahaganya. Dalam proses yang panjang tersebut banyak yang berhenti di tengah jalan dan memilih untuk meninggalkan Arsenal, bahkan ada juga yang tetap mendukung Arsenal namun selalu memberikan perkataan yang pesimis tentang klub yang ia dukung.

Awal musim ini terkesan berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Saat bursa transfer di buka, pembelian dengan harga yang cukup fantastis terjadi dan lucunya semua terjadi pada bulan Juli sesaat setelah pesta piala dunia di Brazil berakhir atau saat pagelaran piala dunia masih berlangsung.

Ini semua seperti mimpi, sampai beberapa saat masih belum dapat memercayai apa yang sedang terjadi di Arsenal dengan kedatangan pemain-pemain barunya. Arsenal yang biasanya sih membeli pemain antah berantah dengan harga murah atau pemain muda yang akan dididik di Akademi, sekarang malah membeli pemain yang sudah cukup jadi untuk menjadi bagian dalam prospek juara di musim ini.

Kepergian pemain-pemain di akhir musim lalu langsung dicari pengantinya untuk menutupi kekosongan tetapi bukan hanya sekedar pengganti yang sekedar menutupi melainkan membeli pemain yang dapat meningkatkan persaingan untuk menjadi pemain utama. Skuad yang terasa kurus di musim lalu dan tidak terlalu banyak kompetitor di beberapa posisi, di musim ini skuad terasa cukup pas dan terasa ideal.

***

 Semua membutuhkan proses bukan? Dan dalam proses itu tidak semuanya terlihat enteng dan mudah, ada kalanya jalan yang kita lalu untuk berproses begitu berat dan terjal, bahkan tidak jarang mendapatkan cacian dari orang banyak. Mereka berkata untuk menyerah saja, itu tidak mungkin bisa, atau kamu hanya dapat bermimpi!

Membangun stadion baru merupakan hal yang paling diimpikan namun sulit untuk dijadikan menjadi nyata. Arsenal merasakan bila sudah saatnya untuk membangun stadion baru yang lebih besar dan megah, namun di sisi lainnya membangun stadion baru berarti harus mengorbankan satu sisi lainnya. Membangun stadion membutuhkan dana yang besar dan itu berarti dana untuk berbelanja pemain pun mulai dihemat.

Mulai fase ini lah Arsenal berpuasa gelar, pemain bintang yang dibinanya pergi dengan alasan tak kunjung mendapatkan trophy semasa baktinya di Arsenal, membutuhkan tantangan baru lagi dalam karirnya, atau soal gaji yang diterima di Arsenal kecil dibandingan dengan klub lainnya yang lebih kaya.

Bukan hanya satu atau dua tahun dalam berpuasa, tetapi hampir sepuluh tahun Arsenal berpuasa dan dalam pikiran orang akan bertanya apakah Arsenal layak untuk mendapatkan predikat Klub Besar? Karena berpuasa gelar begitu panjang. Bahkan, bahan olokan lainnya ialah Arsenal hanya mempunyai target masuk empat besar dan empat besar adalah piala untuk mereka.

Arsenal adalah klub medioker.

Klub yang konsisten dengan penghematan dalam belanja pemain. Klub yang konsisten untuk mengejar posisi empat besar. Klub yang konsisten memiliki masalah klasik yang sama yaitu cedera. Klub yang konsisten menjual kaptennya. Klub yang konsisten dalam berpuasa gelar. Klub yang konsisten untuk menaikkan harga tiket pertandingan.

Sembilan tahun.

Bukanlah waktu yang singkat untuk suatu klub besar berpuasa. Bukanlah waktu yang sederhana untuk mengaitkan satu dengan yang lainnya. Dan sangat beruntung Arsene selalu dipercayakan untuk tetap melatih Arsenal dalam jangka waktu berpuasa.

Akhirnya semuanya terbayar lunas di akhir musim yang lalu. Awalnya harapan untuk juara EPL membesar saat sampai pertengahan musim menunjukan penampilan yang baik dan bisa bersaing di papan atas, tetapi setelah pertengahan musim mulailah terjadi mimpi buruk penampilan mereka menurun bahkan sampai melorot ke posisi lima meski akhirnya berhasil bertahan di posisi empat.

Februari kelabu. Kaki-kaki yang berdiri mulai lesu, semangat yang awalnya membuncah mulai turun drastis, tatapan mulai kosong, dan perasaan takut untuk mengakhiri musim seperti biasanya mulai hadir perlahan demi perlahan.

FA Cup merupakan tantangan ketika mendapatkan lawan-lawan yang begitu berat sampai masuk ke semifinal. Di ajang ini, beruntungnya semua laga dimainkan di London.

Berhasil! Arsenal berhasil masuk ke Final! Saatnya kita buka puasa di musim ini!!! Semangat yang sudah patah itu kembali hadir sesaat setelah Arsenal berhasil memastikan diri untuk tampil di Final.

15658_687014491391206_8298229943524432169_n

Final Fa Cup hampir menjadi mimpi buruk lagi, permainan yang buruk di awal pertandingan dan membuat setiap orang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat hingga memunculkan rasa pesimis bila Arsenal dapat juara. Tragedi yang masih membekas saat masuk final Carling Cup dan kalah. Sakit! Apa Arsenal akan mengulangi kejadian yang lalu lagi dengan kalah di final?

Masih ada harapan. Masih ada harapan!

Harapan itu terbayar ketika tangis memecah, teriakkan mengisi ruangan kosong, kebahagiaan yang sudah lama terpendam akhirnya menuju titik maksimal untuk dipecahkan bersama-sama. Ada gelak tawa yang hadir disana. Ada tangis yang pecah. Ada rasa harus. Semua rasa hadir dan menyatu bersama-sama.

Arsenal berhasil membuka gelar juaranya. Arsene yang dikatakan spesialis gagal berhasil menutup mulut rivalnya dengan mempersembahkan gelar juara.

***

Teruslah berharap! Iya, harapan merupakan kekuatan yang hadir dalam diri kita sendiri.

Setelah juara FA Cup lalu rasa lapar untuk juara itu ada di dalam diri setiap pemain, baik mereka yang baru bergabung atau mereka yang masih muda. Mereka yang masih muda memang membutuhkan bagaimana rasanya untuk menjadi juara dan menanamkan mental juara di dalam diri mereka.

10603279_692484407510881_8826639110318257920_n

Community Shield. Sebagai juara FA Cup, Arsenal dipertemukan dengan juara EPL, Man City. Sebagai ajang yang secara seremonial membuka liga EPL di pekan selanjutnya dan ada yang mengatakan bila Community Shield ya hanya sekedar pertandingan persahabatan sebelum musim di mulai. Iya, dan kompetisi sesungguhnya baru akan dimulai di minggu depan. Di rimba sebenarnya lah kita dapat melihat seberapa ganas Arsenal mengarungi lautan EPL di musim ini.

Bila saya boleh mengambil kata-kata dari AIS Tanggerang. #SaatnyaJuaraLagi .

10530700_682879441804711_4706824578687850342_n

Teruslah berharap untuk musim ini kita juara lagi, kawan!

 

Pesan: maaf, kalau tulisan kali ini cukup berantakan, karena sudah lama tidak menulis sehingga belum mendapatkan feel yang tepat saat menulis. Terima kasih.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s