arsenal

Hampir Sembilan!

Image

Berbahagialah yang semalam ikut nobar dan berpesta bersama dengan teman-teman seimannya. Bagaimana seru pestanya? Sayang saya tidak bisa ikut untuk nobar terakhir kalinya di musim ini,  sangat disayangkan tetapi intinya bukan tentang ketidakhadiran saya dalam nobar terakhir ini. mari kita mulai ceritanya.

Semuanya di mulai dari sebuah mimpi untuk menyudahi puasa yang hampir sembilan tahun ini, puasa yang begitu panjang dan membuat kebosanan terjadi saat mendukung klub ini. setiap musimnya selalu saja dengan kata-kata yang menghibur diri sendiri, musim depan pasti buka puasa terus berulang dan berulang atau iya yang penting masih dapat posisi empat besar dan empat besar itu seperti sebuah trophy yang tidak terlihat yang layak untuk dibahagiakaan atau setidaknya setiap musim masih bisa merayakan pesta keagamaan dengan melihat tim tetangga putih ayam itu selalu terdampar di bawah kaki Arsenal setiap musimnya.

Mimpi semula lebih bersinar di liga dengan pencapaian yang cukup gemilang sampai pertengahan musim, juara paruh musim di dapatkan namun sayangnya pencapaian yang gemilang itu berakhir ketika sebuah inkonsistensi di tubuh para pemain hadir, satu per satu para pemain mulai kangen dengan meja perawatan, setiap pekannya semakin memperihatinkan dengan kondisi pemain yang seadannya dan taktik yang hampir sama setiap pekannya.  Mengenaskannya lagi, posisi di klasmen berbanding lurus dengan bulan. Ketika bulan Januari masih berada di posisi satu, bulan Februari berada di posisi dua, begitu seterusnya dan beruntungnya di bulan Mei tidak ikutan, lawan yang sempat membuat ketar-ketir sering mendapatkan hasil yang tidak terlalu baik sehingga menguntungkan Arsenal.

Di Eropa, kepala langsung tertunduk ketika mengetahui hasil undian yang mempertemukan dengan klub alien asal Jerman. Bukannya langsung pesimis dan mengecilkan peluang untuk lolos, tetapi kondisi menjelang pertandingan pun semakin mengecilkan harapan. Pemain yang tipis, performa yang tidak konsisten, dan kekalahan di kandang yang semakin membuat harapan itu kecil dan tipis. Benar saja, harapan untuk berbicara banyak di zona Eropa harus berakhir dengan cepat di tempat yang sama seperti musim lalu.

Di Carling atau sekarang yang dikenal dengan Capital atau CoC pun demikian harus pupus, saya lupa cerita di CoC tunduk oleh siapa dan bagaimana ceritanya saat semuanya berakhir untuk memperoleh gelar di ajang ini.

***

Puasa itu dimulai sejak menjuarai FA Cup hampir sembilan tahun yang lalu, sebuah drama yang harus ditentukan sampai babak adu pinalti. Viera menjadi pahlawan saat itu dengan mengangkat piala untuk terakhir kalinya dan senyuman Wenger saat menjuarai sebuah kompetisi pun yang terakhir kalinya. Setelah itu, semua orang pun tahu puasa gelar pun dimulai.

Memang musim selanjutnya Arsenal berhasil mencetak sebuah sejarah dengan menjadi klub asal London yang pertama kali masuk ke final UCL, namun sayangnya sangat disayangkan Arsenal saat itu takluk dengan bibit alien Barcelona. Harapan mulai berantakan saat kegemiliangan Lehman berhasil membuat sebuah rekor tersendiri yang tidak kejebolan sampai babak final dan di babak final pun dia tidak kejebolan karena ia harus mendapatkan kartu merah, Pires harus ditarik keluar untuk memasukkan Fabs menjadi kiper. Bermain dengan sepuluh pemain malah membuat Arsenal dapat unggul terlebih dahulu berkat gol Sol. Pesta kemenangan hampir bisa terhirup dengan segar, tetapi dewi fortuna berkehendak lain. Dua gol beruntun yang diceploskan Barcelona membuat mimpi itu buyar berantakkan.

King Henry menangis saat melihat piala telinga besar itu berada di depannya dan bukan hanya sang raja yang menangis sendiri tetapi segenap rakyat pun menangis dengan mencetak sejarah ini.

Final yang menyesakkan ketika jaman twitter mulai hadir. Final Carling saat melawat Birmingham, kemenangan merupakan diharapkan ketika melihat sang lawan yang seingat saya waktu itu pun sedang berada di zona merah. Jaman itu twitter masih lah menyenangkan dan tidak terlalu berisik seperti jaman sekarang, menikmati layanan nobar pun masih jarang, regional-regional baru tumbuh. Mengharapkan akun-akun twitter yang infoin tentang klub sepakbola masih jarang, jadi waktu itu saya menikmati pertandingan dari linimasa teman saya yang sekarang sudah pergi menghilang entah kemana.

Di final tersebut, mimpi itu terkubur ketika aksi bodoh Kos yang malah membuat gol kemenangan bagi Birmingham. Maksud hati ingin menyapu bola, malah melakukan blunder karena rebutan dengan cesni. Bola dengan mudah dihantarkan ke gawang Arsenal. Pooom! Birmingham unggul!

Dan lagi-lagi, Arsene harus tertunduk lesu karena gagal di final capital saat itu. puasa gelar pun masih dilanjutkan.

Image

Lalu, semuanya menjadi serba sulit, waktu yang dihadapi tidaklah menyenangkan dengan kehilangan setiap pemain kunci setiap musimnya. Viera, Henry, Cole, Pires, Freddie, dan nama-nama lainnya yang mengantarkan angka 49 itu mulai memilih untuk hengkang dan satu nama yang lebih memilih pensiun di rumah baru saat itu ialah tuhan yang takut untuk terbang. Atau, nama-nama macam Nasri, Clichy, Cesc, Song, sampai ke RvP pun yang sebenarnya harapan itu diletakkan kepada bahu mereka, tetapi mereka tidak kuat untuk menanggung beban berat dari meriam di bahu mereka sehingga mereka lebih memilih untuk pergi juga.

Sebenarnya di musim ini ada harapan besar untuk berbuka puasa dengan piala EPL, namun sayangnya buka puasa yang dihidangkan tidaklah sesuai harapan. Tak dapat EPL, FA pun menjadi target selanjutnya.

Semua langkah di musim ini untuk menuju partai final di Wembley tidak pernah jauh dari kota London.  Undian menguntungkan Arsenal karena berlaga di depan pendukungnya sendiri, namun lawan yang dihadapi tidaklah mudah, ada nama si ayam, liverpool, dan everton yang harus ditaklukkan untuk mencapai ke final. Tidaklah mudah, dan semua memerlukan yang namanya perjuangan.

Dan, di Wembley harapan untuk dengan segera mungkin mengakhiri puasa. Di mulai FA dan di akhiri di FA pula. Namun sayangnya, perjalanan ini tidaklah mudah dan hampir putus asa ketika menyaksikan pertandingan yang baru berjalan sepuluh menit sudah kejebolan dua gol!! Dua gol dalam sepuluh menit! Sakit!

Untungnya, untungnya, Santi memberikan gol yang keren dan indah. Lewat tendangan bebasnya, ia berhasil membawa semangat dan harapan itu kembali membumbung tinggi. Sekarang tertinggal satu gol. Dari gol ini, semangat para pemain mulai naik dan Hull benar-benar dipaksa untuk bertahan lebih dalam menahan gempuran. Satu babak dilewati dengan Arsenal tertinggal satu gol.

Di babak kedua, penguasan bola masih dapat dikuasai Arsenal namun sering kali konsentrasi pecah hingga membuat jantung deg-degan. Perjudian dilakukan oleh Wenger dengan memasukkan Yaya Sanogo dan mengeluarkan Podolski. Pertanyaan yang mengemuka di benak saya saat itu, kenapa Podolski yang dikeluarkan, padahal Giroud bermain dibawah rata-rata kalau menurut saya sih, ya.

Pergantian yang dilakukan ternyata menimbulkan efek dengan peningkatan sisi penyerangan namun tetap lemah dalam persoalan penyelesaian. Selain peluang, yang kampretnya ialah empat kali yang seharusnya didapatkan Arsenal untuk memperoleh hadiah pinalti akibat pelanggaran, tetapi keempatnya tetap dicuekin sama wasit.

Menit berganti menit, namun skor masih tetap tidak berubah, Arsenal tetap tertinggal. Semakin gregetan dan penasaran. Doa-doa orang yang terdzalimi akhirnya terkabulkan di waktu yang indah. Di final edisi Carling, orang yang melakukan kesalahan malah memberikan angin segar dengan mencetak gol penyama kedudukan. ENGKOS!! Dua dua!

90 menit waktu normal berakhir dengan hasil sama kuat. Dilanjutkan dengan babak tambahan waktu, lima belas menit pertama masih dalam kondisi yang sama. Di awal babak kedua terjadi perubahan, Jack dan Tom masuk, permainan mulai kembali asyik dengan kondisi dua pemain yang tenaganya masih baru.

Dan, PAAAAAM!! AAROOOOOOOOON!!! RAMSEEEEEEEEEYYYY!!!

Serentak setiap orang berteriak kegirangan saat pemain ganteng satu ini menghadirkan sebuah senyuman setelah empat kali kalau tidak salah percobaannya selalu gagal. Lebih cantiknya lagi ialah hasil operan tumit Giroud yang sepanjang pertandingan tidak terlalu kelihatan penampilannya.

Sontak, jemaah Arsenaliyah di belahan dunia yang berdiam diri di twitter langsung berkicau kegirangan dan harapan untuk buka puasa di musim ini terkabul! Nama Arsenal mulai diukir di piala FA edisi terbaru. Piala ke sebelas yang sama dengan nomor punggung pemain baru yang didatangkan awal musim ini dan piala kelima yang dipersembahkan oleh Wenger mencatatkan namanya menyamai rekor rival dan sahabatnya yang sudah pensiun. Fergie.

Bn61AFDIAAA9kv7

Di malam itu, semuanya bersuka ria dengan kemenangan yang diberikan. Bis yang sudah disiapkan akhirnya tidak sia-sia. Sebuah sejarah kembali dimulai lagi, harapan untuk menjadi pembuka gelar terus diharapkan. Semuanya bermula dari FA dan diakhiri di FA.

Musim ini memang sudah usai, musim depan mereka memiliki semangat untuk kembali datang ke laga final di Wembley untuk mempertahankan gelar ini dan juga mencari piala-piala lainnya.

Bn60Q0BIQAAxY6N

Mungkin, inilah sebuah kebahagiaan yang dirasakan ketika melihat tim kesukaan sedang juara. Ini merupakan hadiah yang diberikan kepada kalian semua yang dengan setia masih mendukung klub ini selama hampir sembilan tahun tidak pernah juara, bahkan selalu dicengin karena klub besar tetapi puasa gelar sampai sembilan tahun. Ini adalah hadiah pun setiap orang yang tetap dengan setia dengan sabar menerima deraan sakit hati bahkan mengatakan posisi empat adalah trophy!

Sekarang, selamat Prof. Arsene Wenger! Anda berhasil membungkam setiap kritikan dan sekarang mulailah kembali bekerja untuk mendapatkan piala lagi di musim depan. Oh,iya, sebelum saya lupa. Hal yang terindah di dalam hidup ini ialah ketika melihat senyum Arsene Wenger kembali mengembang lagi, seakaan senyumnya melebihi senyum perempuan berkacamata merah itu.

Sudah siap untuk mimpi dan harapan di musim depan? Bersabarlah, karena saatnya liburan dan menikmati sajian piala dunia di rumahnya.

Image

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s