bola

Maaf, Pak. Saya Mabok!

Image

Mimpi yang dihilangkan oleh orang lain itu rasanya sakit atau lebih asyiknya menyedihkan. Sakit karena kita telah bermimpi dan berharap pada akhirnya harus hilang karena oranglain. Menyedihkan karena hidup yang sudah ribet ini masih saja sempet-sempetin hilangin mimpi orang, padahal hidupnya sendiri aja masih ribet.

Pembunuh dan pencuri itu, pelaku kriminal yang sebaiknya dipenjarakan saja, apalagi kalau membunuh dan mencuri mimpi orang banyak. Menyakitkan, orang yang melakukan hal tersebut, apakah tidak memiliki pekerjaan yang layak hingga melakukan hal tersebut? Menyedihkan!

Semuanya mulai hadir. Semuanya mulai mempertanyakaan tentang berbagai pertanyaan dan mendesak sebuah jawaban. Hingga akhirnya, mereka turun ke jalan untuk meminta bantuan dan menghidupkan kembali mimpinya.

***

Gembar-gembor tentang yang katanya pesta demokrasi, pencapresan Jokowi, dan akhirnya kasus pelecehan seksual membuat kasus ini terpendam menjadi fosil di dasar laut. Kasus ini tidak terlalu menarik oleh pewarta berita. Kasus ini tidak menarik oleh banyak orang lain. Kasus ini memang tidak menarik. Namun, kasus ini menghancurkan mimpi orang-orang yang mencintai sepakbola –khususnya di Bekasi.

Sebuah kejadian unik terjadi di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Entah itu unik atau menyedihkan. Sebuah stadion megah yang pembangunannya belum rampung 100% bila dilihat dari kasat mata akhirnya bulan lalu diresmikan oleh walikota bekasi.

Peresmian stadion baru ini dimeriahkan dengan pertandingan persahabatan antara Persipasi dan Persija. Peresmian yang akhirnya menghadirkan sebuah ketololan yang luar biasa diluar akal sehat. Stadion yang belum rampung 100% pembangunannya malah diresmikan dan diberikan ijin untuk melakukan pertandingan. Bukankah ini ada yang aneh?

Stadion ini memang megah. Stadion ini memang akhirnya bisa menjadi kebanggaan warga Bekasi. Stadion ini memang bisa menjadi tonggak napas kehidupan sepakbola di Bekasi. Dan stadion ini pula yang menghadirkan sebuah polemik.

Ketika stadion yang belum rampung itu diresmikan oleh bapak walikota yang terhormat, membumbungkan asa tinggi dan harapan saya untuk menonton sepakbola lokal dekat dari rumah.

Bapak walikota yang terhormat. Saya tidak tahu apa yang anda kerjakan dan apa yang ada didalam pikiran anda. Saya tidak mengerti mengapa anda meresmikan pembangunan stadion yang belum rampung? Apakah anda terlalu bodoh untuk melakukan peresmian dan mengijinkan pertandingan persahabatan di stadion tersebut saat stadion itu belum selesai pembangunan seluruhnya?

Oh iya, sebelumnya saya berterima kasih kepada bapak walikota yang akhirnya membuat mimpi warga Bekasi untuk memiliki stadion sepakbola di kotanya bisa terwujud. Saya mengucapkan rasa terima kasih saya kepada anda yang terlalu aneh.

Saya warga Bekasi, namun saya tidak terlalu banyak mengetahui tentang Persipasi sebelum berita yang anda buat muncul di linimasa pada media sosial saya. ketika stadion yang anda resmikan itu ingin dipakai oleh Persipasi untuk menjadi homebasenya, anda tolak dan menyuruh mengembok stadion tersebut. Ada alasan tentang keamanan dan belum rampung 100%, lalu kenapa bapak bulan lalu meresmikan stadion itu? buat apa diresmikan kalau memang belum selesai 100%? Dan, ijin pertandingan pun dapat diperoleh, kenapa boleh mengadakan pertandingan tersebut?

Ah, rasanya saya terlalu naif.

Bapak tahu tentang rasanya sakit hati? Mimpi saya untuk mendukung Persipasi bapak musnahkan begitu saja. Karena, Persipasi kekurangan dana untuk menjalani beratnya kompetisi. Bapak tahu bila Persipasi itu bukanlah tim besar yang penuh dengan dana berlimpah? Persipasi bukanlah Persija, bukan juga Persib, bukan Arema. Tetapi, Persipasi adalah kebanggaan warga Bekasi, pak!

Stadion itu memang belum selesai. Stadion yang terlihat megah, namun dapat terlihat sangat kumuh.

Aku pikir, pengaruh dari alkohol mulai meracuni pikiranku saat menuliskan tulisan ini.

Bapak yang terhormat, kenapa bapak melakukan hal ini?

Memang sekarang merupakan era pro, dimana dana APBD sudah tidak dibolehkan diberikan kepada klub untuk menggaji pemain atau pelatih. Namun, aku pikir pemerintah daerah pun memiliki tanggung jawab untuk pembinaan dalam olahraga. Aku tidak mengerti, apakah salah memberikan ijin kepada Persipasi dalam pemakaian stadion yang belum rampung namun sudah diresmikan itu?

Hentikan langkah bapak sebentar, rasanya kepala saya semakin berat.

Bukankah menjadi suatu kebanggan bila klub bola di kota yang bapak pimpin bisa pentas di liga yang katanya pro itu? atau, bapak memang menginginkan sebuah sejarah kelam tercatat di kota ini. bila walikota sebelumnya masuk penjara dan bapak yang melanjutkannya, sekarang sebuah cerita kelam lagi muncul, karena tindakan bapak malah membuat Persipasi semakin kesulitan untuk bernapas dan bila tidak dibantu akan mati dan akhirnya hanya meninggalkan nama.

Mungkin di dalam kepala saya yang sudah berat ini, bapak lebih menyukai pembangunan kota Bekasi melalui mall-mall besar yang dibangun semakin menjamur, hasilnya berdampak pada kemacetan yang tak henti membuat jidat berkerut dan banjir yang setiap tahunnya semakin luar biasa. Mungkin, bapak tidak peduli dengan olahraga, terutama sepakbola yang disukai oleh banyak orang.

Koreksi saya bila salah, bapak mengatakan Persipasi hanya mengejar profit. Apakah bapak berpikir bila Persipasi itu merupakan lembaga sosial? Bapak hidup di jaman mana? Sepakbola merupakan bisnis. Klub sepakbola memiliki kewajiban untuk membayar gaji pemain, pelatih, dan orang-orang yang berada di klub, belum lagi membayar sewa stadion, atau biaya transport yang tinggi. Menurut bapak, semua itu bisa didapat darimana?

Image

Semuanya berubah menjadi pahit, asin, dan asem!

Buat apa diresmikan kalau stadion itu belum layak dipakai? Ibarat kata, bapak memiliki rumah baru yang sedang dalam tahap pembangunan, namun di pertengahan pembangunan bapak langsung meresmikan rumah itu dengan mengundang sanak saudara datang ke acara tersebut. Pada rumah yang diresmikan itu, atapnya belum ada, masih perlu pembenahan disana-sini, terus apa gunanya meresemikan sesuatu yang belum bisa digunakan dengan mengundang orang-orang?

Apakah stadion ini akan teronggok begitu saja tanpa ada yang memakai? Membiarkan uang yang cukup besar terhambur begitu saja karena fasilitas yang dibuat tidak dipakai karena tidak mendapatkan keuntungan yang cukup besar?

Ah, sekarang pandangan saya mulai berbayang dan sesuatu mau keluar dari dalam tenggorokan saya, pak!

***

Sebenarnya saya tidak ingin menuliskan hal ini dalam sekaligus. Berkali-kali saya harus mengomel sendiri karena jalan sudah seperti celana jeans yang penuh tambelan dan bolong-bolong. Belum lagi di jalan yang memiliki lubang cukup dalam, pencahayaannya sangat-sangat kurang.

Atau, di depan pasar kranji yang selalu macet itu. ada sebuah lubang yang mengangga cukup lebar.

Tidak adakah perhatian bapak mengenai jalanan yang rusak? Mungkin, menurut bapak jalanan itu tidak penting, sama seperti tidak pentingnya Persipasi di mata bapak.

Seandainya bapak menyadari, bila sepakbola merupakan sebuah kekuatan dan dapat menjadi kebanggaan dimana ia berdiri.

Anda telah mengangat tinggi bahkan sangat tinggi ketika wajah bapak terpampang dijalanan dengan meminta doa dalam pembangunan Stadion Patriot. Lalu semakin tinggi lagi saat bapak meresmikan stadion itu. tetapi, dalam sekejab bapak menjatuhkan ke dasar yang paling dalam, dengan seenak jidat menyuruh stadion itu digembok dan melakukan pembersihan. Persipasi tidak diijinkan untuk memakai stadion yang pernah bapak katakan.

Mungkin, bapak adalah seorang pengingkar. Bila bapak atau wakil bapak mencalonkan lagi, lebih baik mengatakan tidak lagi untuk anda. Sejujurnya, saya pun tidak tahu nama bapak siapa yang saya tahu hanyalah muka bapak yang sering berada di depan pagar sekolah dekat rumah saya.

Terima kasih, telah membunuh dan mencuri mimpi kami yang sederhana ini.

Semakin lama saya muak. Muak karena pengaruh alkohol dan entah sudah botol keberapa yang saya minum saat menuliskan ini.

Lebih baik mabok karena alkohol atau minuman keras, daripada mabok dengan janji-janji manis yang selalu diberikan dan tak pernah terwujud nyata itu, hingga akhirnya janji itu menjadi basian yang bikin sakit hati dan anda tetap mengucapkan janji yang menghasilkan sebuah janji dan janji.

Selalu berjanji dan janji itu membuat saya pusing bahkan muak. Lebih baik saya mengakhirnya, karena saya hampir mendapatkan jekpot!

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s