arsenal

Pita-Pita Kuning

Apakah kamu pernah melihat pita kuning? Atau lebih enaknya, pernah mendengar cerita tentang seorang perempuan muda yang ditinggal oleh kekasihnya yang harus pergi untuk berperang dan dia memakai pita kuning hingga kedatangan kekasihnya itu? iya, pita kuning.

Kalau masih belum nyentuh, apakah pernah mendengar tentang she wore a yellow ribbon? Tenang, tenang, tenang saja dulu karena saya takkan menceritakan tentang hal itu lagi. Mungkin, kalian sudah hapal tentang peristwa itu bahkan lebih mengetahuinya secara mendalam daripadaku.

Cerita she wore a yellow ribbon ini merupakan cerita kesekian yang diajarkan kepadaku atau umat yang berada di twitter tiga tahun yang lalu oleh seseorang yang berada di suatu tempat dan tidak seorang pun yang mengetahui keberadaannya. Ngomong-ngomong, saya rindu dengan mereka-mereka yang telah hidup di dunia twitter tiga tahun yang lalu dan bercerita layaknya seorang guru atau nabi di twitter dengan akun personal mereka. Oke, kayaknya mulai melantur.

Perlu diingatkan sekali lagi, saya tidak mengetik tentang kejadian dulu itu, bila kamu penasaran silahkan tanya ke mbah google. Bila kamu mengetik di mesin pencari itu, kamu akan menemukan banyak link yang akan membawamu tentang hubungan pita kuning dengan Arsenal itu apa.

***

Oke, kali ini saya akan memulainya.

Diberkatilah kalian para goonerette!!

Tidak salah kan bila aku mengetik hal itu sebagai pembukanya? Sebenarnya, hari ini saya sedang bingung dengan apa yang terjadi dan mengapa didalam fase puasa sepanjang ini yang mengatakan dirinya mendukung Arsenal malah semakin banyak. Padahal kan, engga pernah mendapatkan trophy bertahun-tahun, pemain yang gantengnya kurang banyak, dan setiap musim cuma ngejar empat besar. Terus apa lagi yang bisa menjadi penarik mereka? Apa lagi yang bisa mereka banggakan dengan klub berlambang meriam ini?

Mungkin, di jaman twitter masih sepi dan damai sebelum bangsa api menyerang twitter masih sulit menemukan orang-orang yang seiman yang berkicau. Untuk mencari mereka yang seiman pun bisa dengan melihat nama akunnya akan ditambahkan gooner atau dalam bio mereka. Dan, kicauan mereka banyak yang asal tetapi menarik untuk ditunggu.

Sekarang, jaman twitter telah dikuasai oleh bangsa api. Orang-orang jaman dulu, perlahan telah menarik diri dari pekerjaan mereka berceramah mengabarkan kabar baik tentang Arsenal di twitter. Banyak akun yang mulai besar dengan memakai nama Arsenal dan segala tetekbengeknya untuk berkotbah, saking banyaknya kadar kengawurannya tidak separah di jaman dulu.

Untukku sendiri, saya tidak terlalu banyak untuk mengikuti akun-akun yang berbau Arsenal di Indonesia, kalau saya lebih memilih untuk mengikuti akun personalnya saja, terlebih lagi kalau di goonerette sudah menjadi prioritas saya. maaf, ini semakin ngawur.

***

 Image

Karena ponsel saya rusak dan tidak bisa berkomunikasi dengan teman saya, jadi saya akan menanyakan kepada kalian yang membaca ini.

Menurut kalian, apa sih pengertian kesetiaan? Seberapa pentingnya kesetiaan itu?

Ada yang pernah LDR? Atau sedang menjalani hubungan jarak jauh ini? entah itu dalam zona lokal, interlokal, apa internasional, atau antar planet. Dalam hubungan jarak jauh ini, yang namanya kepercayaan dan kesetiaan sangat diperlukan untuk menjaga hubungan jarak jauh bukan? Kalau kamu tidak percaya, coba tanya kepada orang-orang yang menjalaninya.

Ketika kekasih sedang pergi jauh dan waktu bertemu paling hanya beberapa hari dan itu pun dalam waktu yang panjang untuk dapat bertemu. Orang yang ditinggalkan itu apa yang ia lakukan selain untuk berusaha untuk setia terhadap orang yang ia cintai? Pikiran tentang perselingkuhan atau macam-macam ketakutan akan muncul, tetapi satu hal yang harus mereka pegang ialah kesetiaan mereka terhadap pasangannya.

Jaman sekarang, yang namanya kesetiaan itu susah. Untuk pembuktiaan kesetiaan pun tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh yang namanya air mata dalam setia. Melihat orang lain pacaran sedangkan pacar sedang jauh di tempat lain. Pokoknya kesetiaan itu engga enak dalam prosesnya.

Kalau kita tarik ke dunia khayalan atau Arsenal. Setia itu pun sulit, tidak mudah. Berapa lama Arsenal sudah berhasil tidak mendapatkan piala tiap musimnya? Berapa banyak pemain Arsenal yang pergi lalu mendapatkan piala ketika ia pindah? Seberapa sering kita terkena celaan orang lain tentang Arsenal? Seberapa sakitnya ketika merasakan kalah di final? Seberapa pilunya ketika melihat wajah orangtua itu tertunduk di pinggir lapangan?

Tidak mudah memang untuk menjadi fans Arsenal. Berat, sangat berat. Sakit ketika melihat Cesc pindah dan langsung mendapatkan piala, Nasri dan Clichy yang mulai lebih sering angkat piala dibandingkan Arsenal saat ini, RvP di usia senjanya tersenyum dengan puas saat penantiannya mengangkat piala terbayar sudah bersama dengan menjual dirinya kepada setan. Atau, pemain lain yang pergi dan mengangkat piala dengan klub barunya.

Saat ini, dari awal musim saya sudah menuliskan tentang harapan, harapan, dan harapan dalam Arsenal. Musim ini banyak yang yakin tentang Arsenal bakal buka puasa, bukannya itu sudah biasa musim ke musimnya bila kita yakin musim ini akan juara? Bahkan kadang kita dibilang orang gila. Terkadang kita perlu seperti orang gila ketika mengharapkan sesuatu hal, namun bila musim ini kembali gagal meraih piala. Masih ada berita bagus untuk kalian, masih ada musim depan untuk meraih piala.

Fase berat ini bukan hanya baru dirasakan Arsenal dan para pengikutnya, tetapi sudah sering. Lama tidak juara dan di klasmen pun naik turun. Bukankah saat ini masih cukup beruntung dengan perolehan akhir di klasmen statis dengan menempati empat besar?

Mereka yang saya bilang di awal tentang penghuni twitter di jaman dulu, sering berujar tentang Arsenal bukan tempatnya orang yang mau membanggakan trophy atau gelar juara, tapi Arsenal memberikan suatu hal yang lain. Kita dapat belajar tentang toleransi dan menghargai, memberikan apresiasi terhadap orang-orang yang pernah membesarkan nama Arsenal, menghargai yang namanya sejarah, dan sebuah proses.

Atau kalian akan berpendapat tentang bagaimana maruknya Arsenal untuk menarik keuntungan dari tiket yang begitu mencekik. Itu bebas kalian kemukakan.

Saya mengenang beberapa hal, oleh Arsenal saya memiliki keluarga-keluarga baru meski belakangan ini saya sangat sibuk dengan perkuliahan sehingga jarang bertemu dengan keluarga itu. saya mengenal orang-orang di keluarga GoonersUNJ yang meski harus saya tinggalkan karena meninggalkan kampus pendidikan itu, atau teman-teman di AIS Bekasi, bahkan teman-teman yang berada di twitter. Semuanya disatukan oleh satu nama, Arsenal.

***

 Image

Wembley! Wembley!

Arsenal bakal kembali ke Wembley lagi di semifinal FA CUP! Dan ada salah satu keunikan yang terjadi bila Arsenal menjuarai FA CUP tahun ini, Arsenal tidak sekalipun pergi dari London dalam menjalani kompetisi ini.

Pita-pita kuning itu menyatu di badan para pemain, saya tidak terlalu paham dan mengerti tentang warna kuning dan penantian pada Arsenal. Ketika Arsenal sedang puasa gelar, memiliki daya magic bila memakai jersey kuning untuk membuka puasa gelar itu.

Saya, anda, mereka, kalian, kami, dan kita. Saya tahu bila kalian tetap setia sampai saat ini, setia untuk terus mendukung Arsenal. Pengorbanan kalian begitu besar di musim ini, menonton secara gratis di televisi lokal pun kadang-kadang ditampilkan, dua kemungkinan lain nobar yang kalian butuh pengorbanan dari uang dan tenaga, atau streamingan, jangan ditanya tentang pengorbanan streamingan. Kalau dirumah engga punya internet, perlu ke warnet, bayar warnet. Kalau koneksinya kampret? Akit ati!

Mungkin juga, kalian tidak meronggoh kocek yang sangat dalam seperti teman-teman seiman yang berada di London untuk menyaksikan langsung. Tetapi itulah kenyataannya, kita semua memang berkorban untuk sesuatu hal yang kita cintai.

Kalau Arsenal juara dan membuka puasa di musim ini. pita-pita kuning itu tidak boleh terlepas dari tempat kalian menaruhnya, pita-pita kuning itu mengartikan tentang kesetiaan. Kesetiaan kita menunggu Arsenal untuk kembali juara, sebagaimana berat perjuangannya, sebagaimana harapan itu tipis, sebagaimana sakitnya cacian hinaan orang-orang, tetaplah setia.

***

Saya berikan ilustrasi di akhir ketikan ini.

Ada dua sejoli muda yang sedang dimabukkan cinta, mereka sedang duduk dibawah pohon yang rindang. Mata si perempuan nanar ketika mendengar bahwa pacarnya akan pergi meninggalkan dia untuk tugas negara dan tidak tahu kapan akan pulang.

“Aku akan memakai pita kuning ini sampai kamu pulang.” ucap perempuan itu dengan berat, air matanya sudah tidak tertahankan lagi.

“Untuk apa?” tanya si pria itu dengan berat.

“Sebagai tanda kesetiaan aku kepadamu,”

Lalu dua sejoli ini berpelukkan dan air mata membasahi pipi mereka masing-masing.

Beda lagi, ada kisah yang pernah saya dengar dan tulis ulang dengan ala kadarnya.

“Kamu buat apa memakai pita kuning itu?” tanya seorang gooner kepada seorang goonerette ketika Arsenal akan berlaga di Wembley.

“Ini untuk Arsenal, ini lambang kesetiaan kami kepada Arsenal dan kami akan menunggu mereka kembali, apapun yang terjadi di Wembley, baik itu menang atau kalah, kami akan tetap mendukung mereka.”

Mungkin, ini terdengar begitu berlebihan atau tidak sama dengan kalian pernah dengar sebelumnya. karena sudah saya katakan sebelumnya, saya tulis ulang dengan ala kadarnya.

 

Apakah kamu benar-benar setia atau mencintai Arsenal? Atau hanya mencintai Arsenal hanya dengan trophy? Begitulah kata tuhan yang tidak bisa terbang.

Image

Sekali lagi, ijinkanlah saya mengatakan. Diberkatilah kalian para goonerette!

Diberkatilah kalian yang setia mendukung Arsenal!

Saya masih ingat tentang obrolan saya dengan seorang teman, mendapatkan trophy ketika mendukung suatu klub itu adalah bonus ketika kita mendukung klub itu.

 

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s