arsenal

Faith and Believe.

Image

Apakah sudah terlalu bosan untuk membaca atau mendengar tentang faith and believe? Mungkin, kalau anda bosan, coba lah untuk rehat sejenak sebelum kembali membaca alunan irama dalam tulisan kali ini.

Gambar di atas sengaja saya masukan karena satu-dua hal yang mungkin saja akan mengambarkan keutuhan dalam rangkaian cerita yang akan saya ceritakan nantinya. Sebelum kita memulai ke dalam cerita, saya ingin bertanya kepada anda, masih kah kamu percaya kepada Arsene sang professor itu? atau, kamu sudah tidak percaya lagi dan mengingingkan perubahan dengan cara pergantian pelatih?

Bila kamu masih percaya, lebih baik kamu simpan rasa percaya itu di dalam hati kamu, tetapi bila kamu sudah tidak percaya, tetap simpan di dalam hati kamu. Tenang, saya takkan membahas hal tentang kepercayaan kalian atau tidak karena pada dasarnya saya sangsi untuk menuliskan hal itu lagi.

Rentetan cerita ini mungkin akan terlihat sembrono dan tidak terlalu sebagus tulisan orang lain, dan dalam tulisan ini pula tidak memasukkan data statistik tentang permainan Arsenal pada musim ini, atau fakta sejarah yang membuat kalian pintar dengan sejarah. Karena, dalam tulisan ini hanya menyangkut pada kondisi saat ini, ya paling tidak, bisa enak dibaca.

***

Apa menurutmu bila mendengar kata Faith?

Image

Dalam berbagai hal kita membutuhkan hal ini. seseorang yang percaya kepada kita, meskipun ketika orang-orang mengatakan kita sudah tidak mampu lagi. Seseorang yang mampu membuat kita berharap atau memampukan kita untuk terus dapat melakukan sesuatu hingga akhirnya kita dapat meraih semua hal yang kita impikan.

Kita pernah belajar tentang Aaron Ramsey, seseorang yang jatuh terpuruk oleh karena tebasan pada kakinya yang membuat hancur karirnya. Ia sempat digadang-gadang menjadi next Xavi and Iniesta bersama dengan Jack Wilshere, tetapi kejadian patah kaki karena ditebas oleh pemain rugby membuatnya hancur.

Permainan Ramsey tidak lah sebagus sebelum dia patah kaki, ia terlihat ragu bila harus berhadapan dengan lawan. Namun, hal yang keren sewaktu ia sembuh dan pertama kali bermain lagi ialah, koreksi saya bila saya salah menuliskan, dia mencetak gol kemenangan Arsenal di Old Trafford. Dan berkali-kali, ia sering mencetak gol yang membuat Arsenal menang meski penampilannya tidak selalu bagus.

Bahkan sampai banyak orang yang mengatakan dia adalah anak kesayangan dari Arsene dan sejelek apapun dia bermain, dia tidak akan dijual di akhir musim. Atau, kita belajar dari kisah-kisah tentang Henry yang gagal di Juventus saat itu, dibeli Arsenal dan mencetak gol pertamanya pun membutuhkan banyak pertandingan, namun hasil dari sebuah kepercayaan ini ialah ia menjadi pencetak gol terbanyak.

Atau siapa lagi yang kamu ketahui tentang orang-orang yang hampir dikatakan gagal, namun akhirnya ia berhasil ketika menerima sentuhan pengajaran dari sang pelatih? Aku tidak terlalu hapal, dan ku akui, aku memang tidak terlalu cakap atau menguasai tentang materi ini.

***

Lalu sekarang, dibenakmu, apa yang akan kamu pikirkan ketika mendengar kata believe?

Image

Bila merunut dari arti kata di gambar ini, kita telah melihat kejadian kedatangan kedua kalinya pemain-pemain yang pernah meninggalkan Arsenal sebelumnya. seperti Henry meski dengan status pinjaman, dan sekarang Flamini datang untuk keduanya, mungkinkah, Cesc akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Henry dan Flamini?

Kesempatan kedua, iya dalam kehidupan nyata pun kita tak jarang berharap dengan hal itu. coba kalian yang berpacaran dan berantem, lalu putus terkadang yang masih berharap untuk balikkan dan mendapatkan kesempatan kedua juga bukan?

Tapi, dalam kesempatan kedua itu pula kita memerlukan namanya kepercayaan lagi saat kita mendapatkannya. Kepercayaan adalah sesuatu yang sulit untuk didapatkan bila kita pernah menghancurkannya, bahkan terkadang ketika kita telah menerima kesempatan kedua itu kita sering membuat ulah yang semakin membuat kita dalam kondisi sulit.

Mungkin, dalam kasus Giroud kali ini yang melakukan tindakan asusila sebelum adegan pencukuran Arsenal oleh City, apakah kita akan memberikan ia kepercayaan kepada dirinya lagi? Atau sang boss akan memilih untuk menjual dia di akhir musim nanti? Entah lah apa yang ada di dalam pikiran Giroud saat itu, penampilannya di atas lapangan katanya sih kurang bagus dengan produktifitas gol yang tidak terlalu memuaskan, dan ditambah dengan kejadian seperti ini.

Atau, kita bisa melihat kepada kasus si striker terbaik di dunia, Lord Bendtner. Ketika membuang kesempatan di depan gawang, ia tidak jarang memperlihatkan wajah yang biasa saja dengan senyum yang terkembang, seperti tidak ada rasa penyesalan karena membuang peluang begitu saja. Mungkin, karena dia striker terbaik di dunia yang bersahaja jadinya membuang peluang berarti ia sedang berbelas kasih kepada penjaga gawang lawan.

Kelakuannya di luar lapangan pun, membuat kita tepok jidat dengan ulahnya. Gaya bak superstar membuat dia lupa diri, menjadikan dirinya sering bermasalah dengan pihak kepolisian, entah itu karena pelanggaran lalu lintas atau keributan lainnya. Atau kejadian yang nyeleneh ia lakukan, ketika memamerkan celana dalamnya saat melakukan selebrasi golnya.

Ngomong-ngomong soal kesempatan kedua ini, apa kabarnya dengan Andre Santos? Apakah dia sudah pergi meninggalkan Arsenal? Pemain ini merupakan salah satu pemain yang menjadi bahan bully-an, selain doyan di media sosial, penampilannya di atas lapangan yang sering diperkosa oleh lawan karena berat tubuh yang membuat larinya pelan. Dan kejadian yang paling absurd ia lakukan ialah, tukar jersey kepada si persie setelah babak pertama usai. Hasilnya? Oke, anda mungkin sudah cukup tahu hasil akhir dari kejadian tukar jersey itu.

***

Image

Hingga akhirnya, kita belajar tentang kesamaan di sepakbola dan kehidupan nyata, bahwa kita memerlukan seseorang yang membuat kita percaya pada kemampuan diri kita sendiri, bahkan di saat orang lain berkata kita tidak mampu, atau seseorang yang memberikan inspirasi, memotivasi, dan memberikan kita kesempatan kedua untuk kita dapat terus berkembang.

Seseorang yang memberikan kita kepercayaan membuat kita dapat yakin dengan kemampuan kita, bahkan terkadang orang lain menganggap kita aneh atau kita tak mampu untuk melakukan hal itu dan bertanya-tanya tentang kualitas yang kita miliki.

Lagi-lagi, saya tak habis pikir dengan pria tua ini. selain dia mampu untuk membangkitkan kemampuan seseorang yang tak sesuai ekspektasi orang atau memberikan kesempatan kedua bagi orang-orang yang ia yakin memiliki kemampuan. Ia juga memberikan kesempatan kepada orang yang tidak terkenal untuk menjadi seorang pemain bintang. Siapa yang mengenal Nasri, Cesc, atau Persie sebelum mereka berada di Arsenal? Atau, siapa yang menyangka dengan Koscielny? Bahkan, dia menjadikan suatu mimpi seorang fans menjadi pemain klub yang ia cinta?

Tidak, dia memang benar-benar gilak! Ia memberikan kesempatan itu bagi pemain yang memiliki talenta hebat. Ia memberikan kesempatan dan seluruh kepercayaannya bagi pemain itu, meski terkadang ia sendiri harus menelan pil pahit setelah itu. seperti, para fans yang menanyakan kemampuan pemain itu? prestasi yang mandeg gitu-gitu aja.

***

Saya tak menanyakan lagi tentang apakah kamu masih yakin dan percaya kepada pria tua itu, tapi kali ini, masih tidak yakin dengan kemampuan para pemain Arsenal?

Tenang, mereka adalah kumpulan para pemain medioker yang sedang bersenang-senang di puncak klasmen, eh sekarang udah turun ternyata. Tenang, mereka bukan pemain bintang yang keren-keren seperti pada klub alien. Tenang saja, mereka pun pernah dihancurkan oleh tim medioker lainnya juga? Tenang saja, mereka pun membuktikan kemediokerannya masih kesulitan menghadapi tim besar lainnya.

Bukan kah sudah mulai membiasakan diri dengan berpuasa gelar? Bukan kah juga kita sudah membiasakan diri untuk menjadi bahan cengan oleh orang yang mendukung klub yang sering juara?

Tenang kan dirimu dan sabar, percaya lah ini adalah sebuah proses untuk sebuah hasil yang lebih baik lagi, kalau musim ini pun belum juara, berarti memang belum saatnya untuk juara. Entah, mungkin kali ini kita berbeda pendapat, karena saya saat dibaptis pun diajarkan untuk mendukung Arsenal itu tidak mudah, mendukung Arsenal karena untuk prestise klub dapat gelar terus berarti salah tempat.

Mendukung Arsenal pun ibaratnya kita menyukai sebuah proses untuk mendapatkan hasil yang lebih besar, bukan kah lebih menyenangkan dengan hal yang berbau proses daripada hal yang berbau instan?

Bila pelatih saja masih bisa percaya terhadap pemainnya, masih kamu percaya kepada pemain dan juga pelatih? Tidak mudah untuk dapat percaya, tetapi percayalah kepada mereka, percaya saja, anggap saja kamu sedang beriman.

Image

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s