bola

Before The World Ends.

Terlalu membosankan ketika sakit. Hanya dapat berbaring di atas kasur, menikmati obat yang berbagai macam entah kapsul, tablet, puyer, atau segala macam obat lainnya yang rasanya sudah tidak karuan. Namun, di saat sakit seperti itu tiba-tiba ide yang sudah lama ada di dalam benak saya kembali muncul.

Sebuah ide yang memaksa saya untuk menuliskan hal ini.

Apa yang akan kamu lakukan sebelum dunia ini berakhir?

Image 

***

Mungkin, dalam tulisan ini akan berbeda pembahasannya dengan penulisan sebelumnya. saya tidak akan menulis tentang Arsenal atau sepakbola nasional, tapi saya lebih memilih untuk menuliskan tentang Feyenoord dan mimpi saya.

Di mulai dari kejadian sewaktu saya masih SD, entah bagaimana saya mengenal nama kota Rotterdam yang katanya sebagai kota pelabuhan terbaik di Belanda. Seperti anak SD lainnya, saya bermimpi dapat pergi kesana suatu saat nanti.

Lalu pengenalan saya tentang sepakbola membuat saya penasaran dengan klub sepakbola disana, daaaaaaan….. voila! Saya akhirnya mengenal satu klub yang begitu luar biasa dan supporter yang gilak! Feyenoord Rotterdam! Anda dapat menggunakan mesin pencari untuk mengetahui sebagaimana gilanya supporter klub tersebut, oh iya nama supporternya mereka adalah Het Legioen.

Feyenoord Rotterdam bukanlah klub besar di Eropa, hanya klub semenjana yang masih bermasalah dengan keadaan finansialnya, juga bukan dari sebuah liga yang besar dan wah yang menarik perhatian penonton sepakbola. Klub itu hanya mengandalkan pemain akademinya yang dapat kita kenal hasil cetakkannya seperti Robin van Persie, Dirk Kuyt, Luc Castaignos, LeRooie Marck Fer, atau yang sedang menyita perhatian klub-klub besar; Jordy Clasie, Stefan De Vrij, Tony Vilhena, Bruno Indi.

Ah, ketika kita jatuh cinta dengan sesuatu kemungkinan besar kita akan mencari tahu segalanya tentang yang kita cintai itu bukan? Demikian juga saya, ketika sekedar mengetahui dan tahun kemarin baru benar-benar jatuh cinta dengan klub ini, alasannya karena satu, bukan karena nama besar klub ini, bukan karena prestasi klub ini, tapi karena supporter mereka. Anda dapat menemukan kegilaan supporter mereka secara luar biasa.

Kita mulai biasanya dari latihan pertama di awal musim, supporter mereka datang ke dalam stadion atau tempat latihan dengan menyalakan kembang api dan terus bernyanyi di saat latihan. Lalu, awal musim ini juga sesuatu kejadian yang menohok hati terjadi di De Kuip. Saat pemain Feyenoord sedang latihan, supporter mereka yang bernama Rooie Marck datang ke dalam stadion dan mendapatkan perlakuan khusus dari klub dan kelompok supporter lainnya.

 Image

Rooie Marck yang dikatakan dokter tidak berumur panjang yang sisa hidupnya hanya tiga hari lagi, sebelum dunianya berakhir dia hanya meminta untuk datang menyaksikan klubnya yang sedang berlatihan. Ketika ia datang, kelompok supporter lainnya sudah mempersiapkan segalanya bagi dia. mulai dari kembang api, sampai banner besar yang dibentangkan khusus buat dia dengan gambar dia. gilak! Itu keren!

Rooie Marck yang saat itu sakit dan datang terbaring di kasur operasi itu sampai ikutan bernyanyi You’ll Never Walk Alone bersama-sama dan seperti dia memiliki kekuatan yang berlebih, dia berdiri dan berjalan memberikan tanda terima kasihnya kepada kelompok supporter yang lainnya. Para pemain menghentikan latihan mereka sementara dan datang menghampiri Rooie Marck untuk memberikan dukungan baginya. Beberapa hari berselang, sesuai yang dikatakan dokter, Rooie Marck menghembuskan napas terakhirnya setelah permintaan terakhirnya dipenuhi.

Lalu kita mundur beberapa tahun sebelumnya. malam sebuah penghargaan terhadap mendiang Coen Moulijn, di luar stadion dipenuhi oleh supporter yang memadati sekitar patung legenda mereka. Tidak hanya memadati, tetapi warna merah terus mengepul di langit Rotterdam saat itu, flare yang seakan tidak ada habisnya, keriuhan nyanyian mereka untuk menyemangati istri dari Coen Moulijn.

 Image

Atau di dalam stadion ketika mereka melakukan sesuatu dengan membentangkan banner bertuliskan Feyenoord Till We Die dengan gambar orang-orang yang hingga akhir hayatnya tetap mendukung klub ini.

 Image

Dan, lagi-lagi mereka seperti tahu bagaimana caranya untuk membuat saya semakin jatuh cinta dengan klub ini.

Mungkin bagi kalian hal ini tidak menarik sama sekali, sama sekali membosankan atau malah tidak ada apa-apanya. Apa lagi awal Maret ini Feyenoord baru kalah dikandang ketika menghadapi seteru abadinya Ajax Amsterdam. Padahal dipertandingan tersebut, mereka dapat unggul duluan dan sangat mendominasi pertandingan, tapi sayangnya mereka harus mengakui kekalahan yang menyakitkan itu.

Tapi satu hal yang begitu luar biasa ialah dukungan supporter saat itu, apa pun yang terjadi mereka tetap mendukung Feyenoord. Apa pun yang terjadi, iya apa pun terjadi bagaimana kondisi klub baik mereka menang atau kalah sekalipun supporter mereka akan selalu berada di belakang untuk mendukung setiap para pemain yang berjuang untuk klub. Dan mereka akan selalu menyanyikan, You’ll Never Walk Alone! Iya, kalian tidak akan berjalan sendiri, karena mereka para supporter akan terus mendukung kalian.

Seperti sebuah perkataan yang saya lupa ucapkan mengenai Het Legioen, “Feyenoord cukup beruntung memiliki kelompok supporter yang begitu luar biasa. Saya percaya kemana pun Feyenoord bertanding, atau sekali pun mereka turun ke bawah, mereka akan tetap ada untuk mendukung Feyenoord.”

Mungkin saat ini adalah sebuah proses untuk kembali sang raksasa yang sempat tertidur karena masalah finansial ini.

Mungkin, hal ini juga yang membuat saya belajar tentang mendukung dan mencintai suatu klub. Kita mungkin akan kecewa dengan klub yang kita dukung ketika klub tersebut kalah, mungkin kita akan lelah menantikan klub itu akan berprestasi kembali, mungkin kita akan menghadirkan berbagai alasan demi alasan, tetapi satu hal yang saya pelajari ialah tetap dukung klub tersebut. Saya ingat semalam teman saya berkata, kami kalah tapi kami dapat menang, tidak peduli apa yang terjadi Feyenoord tetaplah Feyenoord! We love you, Feyenoord!

Mungkin ini adalah impian saya yang paling saya ingini nantinya, pergi ke Rotterdam dan mendukung Feyenoord bersama dengan Het Legioen langsung disana. Satu hal yang terlihat aneh, kenapa Feyenoord? Karena Feyenoord lah yang mengajarkan saya tentang sebuah dukungan, dan Feyenoord atau lebih tepatnya supporternya lah yang membuat saya dapat merinding dengan kejadian-kejadian yang unik saat mereka mendukung klub tersebut.

Bahkan pernah sekali dalam obrolan saya bersama dengan seorang supporter klub sebelah di suatu forum, dia heran dengan saya yang memilih untuk mendukung klub ini bahkan awalnya dia mengira saya mendukung klub tersebut karena pernah pergi ke Rotterdam, karena menurut dia, biasanya yang dukung Feyenoord itu orang yang pernah ke Rotterdam.

Meski pun jumlahnya sedikit di Indonesia, atau beberapa akun twitter yang mengatakan mereka fansbase dari Feyenoord di Indonesia sangat jarang aktif di twitter, tetapi saya bersyukur karena masih ada yang seiman dengan saya di Indonesia.

Dan, kalau boleh berharap lebih lagi. Semoga ada tv lokal yang berbaik hati untuk menyiarkan siaran Eredivisie secara gratis di Indonesia, sangat susah memang karena masih banyak yang mengatakan Eredivisie itu liga tarkam dan membosankan. Tetapi percayalah, bila anda menyaksikan liga ini sangat mulia yang anda lakukan dan anda akan melihat banyak gol atau setidaknya jantung anda akan sehat.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s