bola

Teka-Teki Sepakbola Indonesia.

Image

Pernah mengerjakan soal-soal yang membingungkan? Dengan pertanyaan yang mendatar dan juga menurun, atau dengan sampul yang begitu aduhai menampilkan model-model yang membuat berlama-lama di dalam kamar mandi.

 

Hingga sekarang, permainan ini masih cukup digemari untuk membuang waktu. Lumayan dapat mengasah otak, dibandingkan dengan berjam-jam bermain flappy bird.

 

Sewaktu saya masih SMA, hampir dapat dipastikan setiap bulan akan membuat kotak-kotak tersebut dengan 20 pertanyaan menurun dan mendatar. Setelah bersusah-susah mengerjakan tugas itu, entah lah hasilnya di periksa atau malah hanya menjadi tumpukan di meja guru tersebut.

 

Akhirnya, saya berpikiran bahwa betapa mulianya pekerjaan membuat soal-soal di teka-teka tersebut, meskipun membuat yang mengerjakan harus bersusah payah untuk menjawabnya.

 

Kali ini, saya tersentil dengan sebuah beat dalam aksi stand-up comedy; Barcelona terkenal dengan tiki-taka, kalau Indonesia terkenal dengan teka-tekinya, kita engga tahu bola mau dioper, tendang, atau diapakan, hanya tuhan dan dia yang tahu.

 

***

 

Bapak-bapak yang terhormat itu telah kembali ke singgasananya, mereka kembali membuat cerita dan kegaduhan yang belum pernah terselesaikan menjadi sebuah teka-teki yang misteri dan membosankan seperti acara sinetron di televisi. Entah, harus berapa lama untuk menantikan penyelesaian dari masalah-masalah tersebut.

 

Mungkin kita masih ingat tentang kejadian AFC 2009 yang meninggalkan pertanyaan dan kejanggalan, untuk apa pemain yang masih berjuang dibawa ke perjamuan makan di salah satu petinggi partai? Atau, harga tiket yang sudah melambung tinggi bisa langsung turun dengan perintah dari orang yang mengajak makan tersebut?

 

Lalu, pertanyaan itu perlahan mulai hadir lagi ketika sebuah liga yang katanya tidak mendapatkan ijin dari federasi resmi bergulir. Liga tersebut mengusung profesionalisme dan bebas dari APBD. Liga yang seakan menjadi awal dari cerita baru lagi yang mengawang. Pertanyaannya sekarang, apa nama liga tersebut? Dan siapa tokohnya? Terserah anda mau menjawabnya dengan mendatar atau menurun.

 

Cerita-cerita ini melahirkan bagian pahlawan, pecundang, penonton, dan orang yang berlaga menjadi pahlawan padahal malah membuka celah untuk aksi perampokan lagi.

 

Seperti yang terjadi di lapangan, kita sulit menebak apa yang akan dilakukan Okto bila sedang menyisir lapangan. Kaki-kakinya yang lincah membuatnya dapat mengocek pemain lawan, lalu sentuhan terakhir. Umpan atau menendang?

 

Di tubuh federasi pun begitu, bermaksud hati ingin bersih-bersih malah melacurkan dirinya dengan seharga pajero merah. Ada lagi yang ingin membawa angin perubahan ketika menjabat menjadi menteri yang baru, malah membawa kebahagiaan dari sisi yang lain.

 

Pertanyaan selanjutnya, mana Persebaya yang benar dan mana yang palsu? Atau, anehnya mengapa federasi yang melayangkan somasi kepada ipunk yang sama sekali tidak menyebutkan nama federasi, tapi mengapa malah atas nama federasi? Yang disebut inisial dan Persebaya palsu, tapi, bentar. Marah karena Persebaya palsu? Berarti, secara tidak langsung itu palsu? Menjadi teka-teki yang err, aneh.

 

Sungguh terlalu.

 

Pertanyaan apa lagi ya? Mendatar atau menurun? Berapa kotak? Atau, sudah kah mendapatkan jawaban atau pencerahan tentang pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat menjadi pertanyaan di atas?

 

***

 

Seperti cara saya waktu SMA, mengumpulkan dulu jawaban-jawaban, lalu ketika jawaban itu sudah ditemukan tinggal membuat pertanyaan dari jawaban yang sudah ditemukan. Setelahnya, kita memilah-milah mana yang untuk mendatar dan mana yang menurun. Selanjutnya, membuat kotak-kotak dari jawaban itu. hingga akhirnya, memberikan angka pada setiap jawaban. Selanjutnya, TTS yang kamu buat sudah dapat dimainkan atau diberikan kepada guru untuk mendapatkan nilai.

 

Coba kita urutkan tentang lahirnya sebuah komplotan yang melawan rezim yang sedang berkuasa, Arifin Panigoro berdiri dibelakang dari kompetisi IPL atau LPI untuk sebuah liga yang sebutkan di atas. Rezim yang saat itu berkuasa mulai panik dengan kehadiran kompetisi lain di luar federasi, ditambah dengan kondisi masyarakat yang mulai meninginkan perubahan di tubuh federasi.

 

Berlanjutnya kisah ini sampai di konggres luar biasa Solo. Drama pun tercipta awalnya, tentang siapa yang tidak boleh untuk mengajukan diri menjadi calon ketua dan wakil ketua PSSI selanjutnya mengantikan Nurdin Halid. Satu pasangan sampai mengadu kepada badan arbiterase agar dapat maju menjadi calon ketua dan wakil ketua.

 

Dari Solo akhirnya melahirkan sebuah cerita tentang kemenangan seorang yang berjanji tentang keterbukaan dana yang hingga saat ini janji itu hanya menjadi sekedar janji belaka. Kemenangan Djohar Arifin pun diikuti dengan prestasi Indonesia yang tampak seret untuk dapat maju, perpecahan mulai terjadi di tubuh federasi, terjadi pemberontakan yang menamakan diri mereka kelompok penyelamat –mereka berpura-pura menjadi juruselamat.

 

Di liga mulai berganti mana yang resmi dan mana yang tidak resmi. Awalnya IPL yang dianggap tidak resmi, tetapi sekarang malah ISL yang tidak resmi. Ketika pembahasan awal, seluruh klub yang berada di ISL sudah setuju untuk mengikut ke gerbong IPL, namun entah mengapa menjelang pembukaan kompetisi gerbong-gerbong itu mulai membelok dan kembali ke kompetisi lama.

 

Mereka yang kembali ke kompetisi lama menggaungkan tentang isi konggres di Bali mengenai kompetisi yang mengharuskan peserta 18 klub. Oleh karena itu, mereka menganggap bahwa federasi saat itu melanggarnya jadi mereka menghidupkan kembali kompetisi lama yang entah sudah di audit atau belum.

 

Iya, setelah itu kalian pasti sudah hapal tentang kejadian-kejadian yang terjadi.

 

Akhirnya, hampir saja saya bahagia ketika ingin menyelesaikan TTS ini karena setiap kotak sudah terisi, tetapi tiba-tiba kotak itu bertambah lagi, lagi, dan lagi, semakin banyak!

 

Surabaya, merupakan kota yang tak takut untuk melawan. Bahkan dari Surabaya akan lahir perlawanan-perlawanan di kota-kota lainnya. Ah, jadi bila ada pertanyaan nantinya, kota mana yang tidak tunduk terhadap mafia? Anda dapat menjawabnya Surabaya. Bonek yang akan selalu bersama dengan Persebaya 1927.

 

Siapa yang melawan akan dihajar oleh preman-preman bayaran, siapa yang berbicara akan dikebiri dan dilayangkan somasi untuk membuat orang yang berbicara itu diam dan tidak melawan. Mari kita kembali ke masa orde baru! Kalau kata Ical; Rakyat rindu dengan orde baru dan partainya!

 

Kembali lagi ke soal teka-teki silang ini.

Satu pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab saat mengisi kotak itu ialah, kapan Indonesia masuk ke piala dunia lagi?

Silahkan anda menjawabnya.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s