arsenal

Mainan. Robot-robotan!

new-robocop-2014-best-HD-wallpaper

Sudah menyaksikan Robocop? Seorang yang dianggap menjadi pahlawan di Detroit karena sanggup menurunkan angka kriminalitas di kota tersebut dan mengungkapkan kasus korupsi di kepolisian Detroit.

Robocop merupakan sebuah proyek yang dilakukan oleh perusahaan Omnicorp guna untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat dan memenangkan pencabutan Undang-Undang yang selama ini menghentikan langkah mereka untuk menjual hasil produksi ke dalam negeri. Amerika merupakan pangsa pasar yang potensial untuk mendapatkan keuntungan yang besar dan Undang-Undang tidak mengijinkan untuk robot menggantikan manusia atau polisi-polisi yang bertugas.

Dengan mengatakan supaya tidak ada lagi polisi yang tewas, lebih efisien, aman, dan robot tidak dapat korupsi seperti manusia. Hingga akhirnya Robocop muncul dan seperti yang saya tulis di kalimat pembuka tadi.

Meski tujuan Robocop hanyalah menjadi alat untuk meluluskan keinginan dari perusahaan yang mengincar keuntungan dari Robocop ini dengan pencabutan Undang-Undang dan mereka dapat menjual produksi robot di dalam negeri.

Omnicorp pun lupa dengan kehadiran manusia yang di dalam tersebut. Mereka tidak mempedulikan kondisi keluarga atau kondisi manusia yang berada di dalamnya, yang mereka pedulikan hanyalah keuntungan yang akan mereka dapatkan.

***

Inggris tidak lah terlalu bersahabat. Sepakbola yang dikenal mengandalkan stamina dan fisik, di tambah dengan kompetisi yang seakan mengharamkan libur membuat pemain seperti robot-robotan yang tidak kenal lelah dan pelatih dipaksa untuk memutar otak melewati periode ini, apalagi bila kedalaman skuadnya kurus dengan badai cedera yang menghampiri mereka. Seakan-akan klub itu sedang mendapatkan kutukan di tengah jadwal kompetisi yang seperti cabe-cabean –Ketat!

Puasa gelar yang sudah berjalan dalam waktu yang lama dan seakan-akan sedang mendapatkan harapan yang begitu luar biasa untuk mengakhiri buka puasa ini di akhir musim dengan piala EPL ke-14. Performa apik ditampilkan hingga puncak klasmen menjadi tak asing lagi untuk Arsenal di musim ini.

Satu per satu, pemain mulai roboh karena padatnya jadwal yang harus dilalui oleh Arsenal. Kondisi Arsenal yang sudah kurus mulai semakin kurus dengan pemain yang cedera. Januari pun tidak menghadirkan sebuah senyuman di Ashburton Grove. Harapan membeli pemain bintang di berbagai posisi yang menjadi titik lemah, tidak dilakukan. Hingga satu pemain legenda dan kesukaan oleh para pemain Championship Manager hadir di tengah pemberitaan menjelang penutupan bursa transfer.

All hail, Kim!

Kim-Kallstrom-3099522

Pemain yang datang dengan status pinjaman ini diharapkan dapat mengantikan peran Flamini yang terkena akumulasi kartu atau Ramsey yang masih harus menepi karena cedera yang ia alami. Tetapi, semesta tidak mengijinkan pemain legenda ini untuk dengan cepat langsung bermain di tim utama. Ketika, mengikuti latihan ternyata Kim mengeluh sakit dan ketika di periksa ….. kondisinya tidaklah bugar dan masih dengan status cedera yang ia alami karena bermain bola pantai. Tiga bulan harus menepi.

Oezil yang hadir di penutupan transfer musim panas lalu awalnya menghadirkan harapan dia dapat mengangkat penampilan Arsenal dari permainannya. Namun, setelah boxing day penampilan Oezil pun perlahan mulai menemukan titik tujuannya dan redup sinarnya.

Penampilan barisan penyerang Arsenal pun tidak terlalu berbeda jauh. Giroud lebih sering membuang kesempatan di depan gawangnya, atau aksi-aksi yang ditunjukan oleh Lord Bendtner yang mampu membuat rasa kesal membuncah. Belum lagi Yaya Sanogo yang masih misteri kapan bermain untuk Arsenal. Oh, Theo sudah dipastikan takkan berlaga hingga akhir musim. Apakah Arsenal kuat? Tenang, mereka kan robot!

Posisi puncak klasmen pun seakan diberikan jatah kepada tiga klub untuk bergantian menguasainya, entah karena jatah atau karena Arsenal yang baik untuk memberikan senyuman kepada klub lain yang menguasai puncak klasmen.

Mungkin, kita butuh dua puluh dua pemain yang memiliki stamina seperti Giroud yang seakan-akan tidak mengenal lelah dan bila terkena cedera pun tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk pulih.          Atau semangat seperti yang diberikan oleh Jack, Ramsey, atau Super Tom.

Kondisi fans saat ini mulai merasa lelah dengan penantiannya tentang gelar yang tak kunjung datang. Banyak fan yang berharap tahun ini, tahun ini kita akan membuka gelar. Hingga akhirnya, setiap menang berbahagia dan melihat Arsenal di puncak klasemen sangat bahagia. Tetapi, bila kalah, langsung mencari kesalahan dan menyalahkan pemain tersebut atau kesalahan dari pelatih.

Mereka mulai lelah dan dalam kelelahan mereka, mereka lupa yang bermain di atas lapangan itu bukannya robot yang memiliki kondisi fit setiap harinya, atau ini bukan permainan di game simulator yang bisa pakai cara curang dengan load-save.

Dan, entah apa yang harus dijanjikan lagi oleh pihak manajemen tentang kondisi finansial Arsenal? Laporan-laporan yang mengembirakan atau tinta-tinta merah yang tercetak dalam lembaran yang mereka berikan.

Seberapa tingginya lagi harga tiket untuk menyaksikan Arsenal? Bukankah, mereka pun berjanji untuk menurunkan harga tiket yang begitu tinggi dan menguras kocek sangat dalam tersebut?

Apa boleh saya menarik garis tentang Omnicorp ialah manajemen Arsenal yang menginginkan keuntungan, atau Omnicorp merupakan bagian dari fans juga yang menginginkan trophy di musim ini? Robocop merupakan pemain-pemain.

***

Musim ini juga menjadi musim yang aneh. Coba di tengok papan klasmen, dua klub yang jarang berada di atas malah berada di atas Arsenal dan Liverpool, lalu Everton yang biasanya di atas tujuh besar sekarang berada di dalam lingkaran tujuh besar. Dan, ehm, di empat besar tidak ada klub merah itu.

Cukup membahagiakan melihat Arsenal dapat bersaing kembali di dalam perebutan gelar juara dengan penampilan yang apik diperlihatkan selama paruh musim pertama. Hingga akhirnya, robot yang kita harapkan itu menunjukkan sisi kemanusiannya yang masih memiliki lelah. Satu per satu robot itu mulai merindukan meja perawatan.

Hancur lebur di tangan Liverpool dan belum mengambil kesempatan dari emyu yang menjadi tim terbaik di musim ini yang memberikan banyak kebaikkan terhadap tim lawannya dan menjadi pemecah rekor-rekor dalam semusim.

Ketidakhadiran Ramsey, Giroud yang kembali kepayahan dalam mencetak gol, Oezil yang kelelahan untuk memberikan suplai-suplai bola segar kepada Giroud atau apa saja yang menjadi alasan dalam hasil-hasil minor belakangan.

Arsene, ia seperti Dr. Bennet yang memberikan kepercayaan bagi Murphy saat pertama kali menyatu dengan teknologi di dalam tubuhnya dan juga berusaha untuk mengikuti ekspektasi dari perusahaan.

Arsene merupakan seorang ayah yang hebat. Dia berusaha melindungi anak-anaknya meski terkadang ia harus mengikuti dari manajemen yang mengingkan keuntungan. Membeli pemain dari antah berantah dan akhirnya harus berpisah dengan pemain yang ia besarkan, karena uang.

***

Hingga akhirnya kita dipaksa untuk merasakan bila mereka tetaplah manusia, bukan robot sepakbola yang berada di dalam tubuh Santana lawan dari Tsubasa. Mereka akan merasakan yang namanya kelelahan. Mungkin mereka tidak dapat untuk terus-terusan  bermain bagus dan  memberikan kemenangan di setiap pertandingan.

Robocop-Remake

Hanya, mungkin kita dapat melakukan untuk tetap mendukung dan memberikan mereka semangat. Dan, jangan melupakan bila mereka tetaplah manusia bukan robot yang tidak lelah dan cedera, atau bermain dengan fit dan mendapatkan kemenangan setiap minggunya.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s