arsenal

Terus Berharap dan Berharap Terus.

Image

Pernah kamu memiliki harapan di dalam hidup ini? atau bermimpi tentang suatu untuk masa depan? Dua hal ini merupakan kegiatan yang paling mudah dan murah untuk dilakukan, bila kamu tidak pernah melakukannya, apakah kamu masih hidup saat membaca ini?

Mimpi dan harapan. Saling terikat dan mengikat. Mungkin, semuanya berawal dari mimpi lalu menjadi harapan untuk mewujudkannya menjadi nyata.

Mimpi dan harapan. Membuat kita dapat terus hidup dan rasanya dua hal itu yang bisa memaksa kita untuk terus berkembang, bukan hanya duduk diam membiarkan mimpi itu lewat secara sia-sia.

Sebelumnya, aku ingin bertanya kepada kalian yang membaca tulisan ini. apa alasan kalian mendukung suatu klub bola? Kalau aku, jawabannya simpel karena ketika aku mendukung sebuah klub aku pun belajar mengenai sebuah harapan kepada klub yang aku dukung.

Arsenal. Mungkin kalian sudah mengetahui klub ini, klub yang sudah delapan tahun puasa gelar. Bayangkan delapan tahun tanpa gelar! Namun anehnya, meski delapan tahun tanpa gelar pun jumlah fansnya semakin lama semakin meningkat. Arsenal merupakan anti-tesis dari penjabaran mengenai semakin klub berprestasi atau meraih piala setiap musimnya akan berpengaruh juga dengan peningkatan jumlah fansnya.

Sejujurnya aku baru mendukung klub ini seumur jagung, dan untuk sejarah aku pun masih banyak belajar dari orang-orang yang sudah lama mendukung klub ini, atau mereka yang sudah fasih dan sering membicarakan mengenai sejarah dari klub ini.

Namun, sejak saat aku mati dan dibaptis untuk mengikuti Arsenal. Aku belajar mengenai tentang mimpi dan harapan. Iya, dari klub ini aku belajar dua hal yang membuat aku terus hidup dan percaya tentang semua mimpi-mimpi itu. aku bahkan berusaha untuk membuat mimpi itu untuk terus terbang, terbang setinggi mungkin.

***

“Tahun ini, gue percaya kalau Arsenal bakal buka puasa gelarnya!”

Setiap awal musim kalimat ini terus terlontar dari setiap bibir gooners, mereka selalu mengembangkan harapannya di awal musim untuk klub kesayangannya itu juara. Dan, setiap akhir musim pula, mereka merasakan kesedihan yang sama dan seperti biasa bahwa harapan mereka kembali belum terjadi. Mungkin, semesta belum mengijinkan untuk klub yang berlambangkan meriam ini untuk berpesta semalam suntuk merayakan kemenangan yang paling mereka nantikan.

Tidak! Belum sampai akhir musim pun mereka sudah merasakan getir kekecewaan yang membuat mereka kadang mulai pesimis untuk menatap kemungkinan apa yang akan terjadi di akhir musim. Getir itu mulai terasa sejak bursa transfer, ketika klub lain mulai berbelanja pemain, Arsenal dengan tenangnya memilih pemain yang tidak terlalu dikenal oleh publik dan menimbulkan pertanyaan, siapa dia?. Beranjak dari bursa transfer, di pertengahan musim satu per satu pemain mulai roboh dan merindukan meja perawatan. Stok pemain mulai membuat getar-getir dalam setiap pertandingannya.

Aku masih ingat tentang kejadian di final yang membuat ku menangis setelah laga itu, aku pun masih ingat tentang kejadian-kejadian saat Arsenal sudah unggul besar lalu dapat ditahan imbang oleh lawan, lalu ingatan ku pun masih menyimpan saat Arsenal kalah di babak pertama lalu mereka bisa membalikkan keadaan, dan ingatan ku pun masih cukup kuat untuk menyimpan tentang kekalahan yang cukup menohok dan memalukan di kandang setan merah.

Mereka mungkin selalu mengingat bila Arsenal adalah tim yang selalu doyan dengan mengunakan pemain antah berantah, pemain muda yang murah lalu menjual mahal, atau sebuah tim yang selalu mengincar posisi empat besar, atau malahan tim besar yang memiliki tingkat konsitentensi tertinggi untuk berpuasa gelar.

Tapi, satu hal yang mereka sering melupakan. Bahwa klub ini mengajarkan untuk dapat berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri, ketika investor asing mulai berdatangan dan datang dengan gelontoran uang yang tidak mengenal angka dengan mendatangkan pemain bintang yang menghiasi timnya, tetapi Arsenal malah membangun stadion baru dengan cara penghematan yang luar biasa.

***

Sekarang, seperti yang pernah aku tulis di bulan September lalu tentang harapan yang mulai meninggi. Sekarang, harapan itu benar-benar hidup dan aku dengan yakin bila ini adalah waktu yang tepat untuk membuka puasa itu.

Beberapa musim belakangan, Arsenal selalu kehilangan pemain bintangnya yang memilih untuk hengkang dengan alasan trophy atau gaji yang tinggi yang sulit didapatkan bila bertahan di Arsenal. Musim ini kita dapat melihat bila Arsenal dapat menahan kehilangan pemain bintangnya.

Atau, musim yang lalu selalu menampilkan permainan buruk di awal musimnya dan membaik setelah bulan Februari. Di musim ini, untungnya Arsenal mulai menampilkan permainan yang menjanjikan dengan bermain apik di awal musim, setidaknya mereka dapat bertahan di puncak klasmen hingga bulan November, kejadian yang sangat jarang terjadi di delapan tahun belakangan ini.

Pemain yang musim lalu selalu menjadi bahan cercaan berubah menjadi pemain yang dipuja-puji. Ramsey dan Giroud seakan mereka sedang berubah dan mulai menjadi pemain yang membahayakan, tapi tenang, pemain Arsenal bukan hanya mereka saja yang menonjol di musim ini, tetapi semua pemain memiliki kontribusi yang nyata di atas lapangan.

Pemain yang kangen dengan meja perawatan pun kali ini berbeda, bila beberapa musim belakangan pertengahan musim menjadi momok yang menakutkan sekarang malah berpindah menjadi di awal musim. Dimana di awal pemain yang masuk ruang operasi bergantian, tetapi untungnya pemain yang mengantikan mereka bermain cukup apik.

Memang tidak ada yang sempurna dan seperti pepatah bijak yang mengatakan, tidak ada gading yang tak retak. Arsenal pun masih memiliki kelemahan yang membuat seram yaitu stok pemain depan yang tipis. Bila Giroud cedera yang menjadi penggantinya ialah striker terbaik di dunia yaitu Super Nik!

Musim ini harapan itu ada, sama seperti musim-musim sebelumnya yang membuat kita terus percaya bila Arsenal bakal juara. Musim ini pun demikian, kita terus mengembangkan rasa percaya diri, kalau misalnya musim ini gagal lagi, masih ada musim selanjutnya untuk kita terus percaya dan mengimani bahwa Arsenal dapat membuka keran gelarnya.

***

Memang untukku, mendukung sebuah klub tidak selalu mengenai tentang deretan pemain bintang atau koleksi trohpy yang mereka miliki. Karena aku selalu mengamini sebuah kalimat yang pernah teman ku ucapkan dua musim lalu.

“mendukung klub bola itu bukan cuma raihan piala, tetapi cinta dan kebahagiaan. Karena piala yang di dapat oleh klub itu adalah bonus di saat kita mendukung suatu klub.”

Iya, aku pun cukup bahagia bila menyaksikan Arsenal sedang bertanding meski itu hanya sebatas melalui layar kaca atau layar proyektor saat nonton bareng bersama dengan teman-teman seiman.

Aku berharap, kita masih dapat memiliki keyakinan dan terus belajar untuk menghidupkan harapan tentang Arsenal akan juara. Sebuah persembahan yang manis mereka berikan, meski aku tahu bila mereka juara pun aku tidak mendapatkan apa-apa yang berdampak jelas untuk masa depanku, hanya sebuah kebahagiaan yang fana yang aku dapatkan.

Banyak yang berharap, dan akhirnya menjadi kecewa dengan harapan mereka. Lalu, mundur secara perlahan dan memilih untuk murtad dalam keimanan mereka mendukung Arsenal. Apakah kalian yang membaca tulisan ini pun nanti akan sama dengan mereka?

Aku, aku tidak terlalu yakin bila aku akan terus mendukung Arsenal bila Arsenal terus-terusan juara. Tapi, aku selalu berusaha untuk terus mendukung klub ini apa pun yang akan terjadi nantinya. Sama seperti aku mendukung klub lain di luar inggris yang aku dukung.

Mereka sudah berjuang di atas lapangan untuk membahagiakan para pemujanya, lalu apakah kita pun tetap berjuang untuk mempertahankan harapan kita pada Arsenal? Setidaknya tetap percaya kepada pelatih Arsene Wenger?

Ah, sudahlah.

Aku terlalu banyak bercerita tentang hal yang tidak terlalu penting ditulisan ini, karena aku percaya bila keyakinan dan harapan itu ada di dalam diri kita sendiri dan muncul dengan sendirinya. Bukan hanya dari tulisan yang seperti orang mengigau seperti tulisan ku ini.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s