Uncategorized

Nikmati Kebahagiaan Ini!

Image

Hujan turun untuk membasahi lapangan pertandingan malam itu, namun para garuda muda tetap bermain dengan penuh semangat dan keberanian. Tidak ada rasa gentar atau takut sedikit pun dalam diri mereka saat melawan Korea Selatan yang lebih diunggulkan. Iya, mereka benar-benar melakukan apa yang mereka katakan sebelum laga ini, hanya ingin membahagiakan bangsa.

Setiap mata kembali tertuju kepada layar televisi yang menyiarkan pertandingan, rasa cemas pun turut menyelimuti setiap para penonton yang mendukung garuda-garuda muda, namun dibalik rasa cemas itu terdapat suatu harapan dan dukungan yang berharap agar Indonesia dapat menang. Di tengah kekalahan kita terhadap gelombang musik yang berasal dari Korea Selatan, sepakbola menjadi salah satu yang membuktikan bila Indonesia tidak kalah dari Korea Selatan.

Sebuah sejarah. Sebuah kebanggaan. Sebuah harapan.

Hasil kerja keras itu terbayar dengan senyuman yang lebar dan sujud syukur kepada Tuhan. Mereka yang sempat dipinggirkan atau tidak terlalu dipedulikan oleh para pengurus dalam masa persiapannya akhirnya dielu-elukan oleh setiap pribadi yang menganggap mereka sebagai pahlawan. Bahkan yang lebih menyedihkan, pelatih Indra sempat terkena ancaman pemecatan saat damai tai kucing itu berlangsung. Sekarang pelatih yang sampai berburu pemainnya ke pelosok-pelosok untuk mendapatkan pemain yang diharapkannya membuat kami semua bangga terhadap dirinya, dia berani untuk menolak mengikuti alur pemain titipan.

***

Tidak ada yang lebih membahagiakan selain merasakan kemenangan itu tersendiri. Kebahagiaan yang menyerupai ketika KPK berhasil menangkap para koruptor yang sudah hilang urat malunya dengan keluar dari gedung KPK bukannya malu malah tersenyum dengan lebar.

Perjuangan ini memang masih sangat panjang, mereka masih menempuh di jalan tim junior dan suatu saat nanti mereka yang berjibaku di level tim senior.

Evan Dimas, merupakan pemain yang paling sering disorot dan langsung mendapatkan tempat tersendiri di hati para kaum hawa yang memuja-muja dirinya. Ban kapten yang melingkar di tangannya, membuat dirinya menanggung beban yang lebih dari rekan-rekannya.

Aku benar-benar menikmati pertandingan saat itu, rasa kecewa karena tidak bisa menonton mereka saat melawan Filipina akhirnya terbayar lunas dengan menonton pertandingan melawan Korea Selatan. Sepanjang aku menonton timnas Indonesia, aku jarang melihat permainan yang diperagakan seperti mereka, mereka bermain seperti sudah terkoneksi satu dengan yang lainnya dengan operan pendek mampu meredam permainan dari juara 12 kali dan juara bertahan.

Tak hentinya decak kagum mengalir bagi setiap mereka yang berada di lapangan untuk Indonesia, permainan cantik mereka mampu membuat setiap orang orgasme ketika menikmatinya.

Mereka seperti tentara yang bertempur di garis paling depan yang berjuang tidak kenal lelah dan ketakutan tidak ada dalam kamus mereka. Mereka adalah pejuang, benar-benar pejuang yang bercita-cita untuk mengharumkan nama Indonesia, nama yang paling mereka banggakan. Mereka bermain dengan rasa cinta dan rasa nasionalisme di dalamnya yang membuat mereka tampil begitu spartan.

Kemanisan malam itu adalah sebuah sejarah tersendiri bagi mereka dan rakyat Indonesia yang merindukan kejayaan. Mereka menggoreskan tinta-tinta emas di lembaran sejarah sepakbola Indonesia yang sudah penuh dengan tinta merah yang mampu membuat kita ogah untuk melihatnya.

Seperti kata orang tua dulu, bila mempunyai mimpi besar, kejarlah dan raihlah sampai mimpi itu dapat diraih. Mereka benar-benar mengejar sekuat tenaga mereka untuk meraihnya, dalam beberapa bulan terakhir mereka bermain dengan jadwal yang beda tipis, berjarak dua hari dari pertandingan satu ke pertandingan lainnya. Di AFF U-19 lalu, mereka melaju hingga partai final dan penampilan mereka tetap terus menanjak, stamina mereka tidak kalah dan tidak jelek lagi. Akhirnya mereka dapat juara di level Asia Tenggara.

Di saat kompetisi eropa sedang libur karena jeda internasional. Di saat seperti itulah yang paling ditakutkan oleh para fakir cinta, sabtu mereka akan membosankan karena pertandingan sepakbola mereka telah direngut. Namun, tidak untuk tadi malam yang membuat mereka tersenyum puas dan bangga, sabtu malam yang hilang itu dibayar lunas dengan permainan cantik timnas U-19.

Aku tidak ingin untuk mereka-mereka menepikan setiap pemain dan hanya memajukan atau mengelukan Evan Dimas saja, tapi ini adalah sebuah tim dan ini tentang sebelas pemain yang bermain di atas lapangan dan semua yang berada di jajaran kepelatihan, dan jangan lupa pemain yang duduk di bench pemain mereka pun memiliki andil dan kontribusi bagi kemenangan yang sedang kita nikmati ini.

Masih ada nama Maldini, Sitanggang, Putu Gede, Ravi, Yabes, Mukhlis, atau yang lainnya yang aku pun tidak terlalu hapal dengan nama-nama mereka karena aku memiliki kesulitan untuk menghapal nama. Mereka semua saling bekerja sama untuk menjadi sebuah kesatuan tim, mereka memang memiliki kelebihan dalam kemampuan individu tapi kelebihan yang mereka miliki digabung menjadi satu menjadi sebuah kelebihan dalam tim tersebut.

***

Coach Indra sebelum pertandingan sudah mengirimkan pesan kepada Korea Selatan bahwa mereka akan Indonesia kalahkan dalam medan pertempuran. Beberapa orang akan menganggap dia gila atau terlalu pede dengan mengatakan seperti itu, tapi setelah pertandingan semua mulut tertutup dan tak henti-hentinya untuk berterima kasih.

Aku menyukai bagian di saat interview di pinggir lapangan dengan pelatih, dia lagi-lagi mengatakan bahwa Korea Selatan tidak ada apa-apanya dan Indonesia lah yang lebih besar. Dalam dirinya, mungkin saja ia tidak memiliki xenosentrisme yang berarti lebih menyukai kebudayaan luar atau sifat minder terhadap orang asing, dan ia memiliki nasionalisme yang kuat dalam dirinya. Ia pun pernah mengatakan bahwa timnya adalah tim nusantara, di dalamnya tertanam ruh-ruh dari daerah mereka untuk melebur menjadi satu nama, Indonesia. Indonesia ada di dalam mereka masing-masing, tak peduli asal mereka darimana atau hal yang sering menjadi permasalahan bagi kita semua, agama! Mereka yang berkumpul hanya ingin melakukan yang terbaik bersama-sama untuk tanah air yang mereka cinta.

Seperti sebelumnya yang pernah aku katakan, aku hanya berharap mereka tetap menjadi garuda-garuda yang bersiap untuk terbang lebih tinggi lagi, jangan memaksakan mereka menjadi sebuah macan asia, tapi biarkanlah mereka tetap menjadi garuda. Menjadi diri mereka sendiri.

Mereka tetaplah anak-anak yang memiliki mimpi untuk terus bermain bola dan kembali mengenakan lambang garuda di dada mereka. Lagi-lagi, aku terkesima dengan perkataan coach Indra tentang pemain, biarkan buah matang di pohonnya. Aku pun setuju dengan apa yang dikatakan pelatih, di saat para pemain yang menyita perhatian ini akan mampu menjadi seperti barang yang diperebutkan oleh klub-klub yang menginginkan tanda tangan mereka dan terutama lagi jangan terlalu memaksakan mereka untuk sesegera mungkin dalam tempo yang sesingkat-singkatnya untuk membela Indonesia di level U-23 atau Senior, biarkan mereka bermain bersama-sama sampai akhirnya mereka mampu melewati level U-19 ini, dan ketika mereka bermain di senior buah itu telah matang dan manis untuk tampil.

“Semua dapat dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua” – Evan Dimas

Yang penting, sekarang kita menikmati saja dulu kemenangan ini dengan rasa terima kasih dan bersyukur karena Tuhan sudah kembali hadir di lapangan dan mendengar setiap doa rakyat Indonesia yang merindukan timnas Indonesia kembali meraih prestasi. Tidak peduli apa agama atau apapun yang menghalangi, demi timnas Indonesia kita semua melebur menjadi satu, dalam keragaman kita menjadi kuat dan sangat kuat itu sudah dibuktikan melalui lapangan hijau, meskipun lawannya sangat kuat tetapi bila kita bersatu kita dapat mengalahkan lawan yang kuat sekali pun!

Sekali lagi, terima kasih, terima kasih, terima kasih!

Kami bangga dengan perjuangan kalian, perjuangan kalian jangan berhenti sampai disini, masih ada jalan panjang untuk membawa Indonesia semakin dikenal di level dunia melalui sepakbolanya. Dan sepakbola membuat rakyat Indonesia bahagia dan dapat menyatu, lebih lagi rasa nasionalisme yang mulai meluntur, rasa optimis terhadap bangsa yang mulai lelah, perlahan kalian bantu semua rasa itu kembali bangkit dan membuat kami dapat percaya lagi akan sebuah mimpi yang orang katakan sulit dan tak mampu diraih.

Kalian membuka mata kami untuk terus dapat bermimpi.

Terima kasih Garuda Muda!

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s