bola

Terbanglah Yang Tinggi Garuda!

Image

 

Pernah kamu bermimpi bahwa suatu saat nanti Sang Merah Putih akan kembali berkibar tinggi dan mengharumkan nama Ibu Pertiwi di kancah dunia?

Kita semua memiliki suatu harapan dan kerinduan yang sama, melihat sepakbola Indonesia kembali berprestasi dan dapat terbang tinggi kembali seperti masa-masa saat jaya dulu. Kita semua sama, akan bahagia melihat pemuda-pemuda yang berjuang di atas rumput hijau untuk mengharumkan Indonesia, membuat Sang Garuda kembali terbang tinggi. Kita pun semua tahu, bahwa kondisi sepakbola Indonesia sedang mengalami pasang surut karena ketidakjelasan orang-orang yang memanggku jabatan di PSSI. Badai silih berganti datang untuk menghampiri, seakan tidak pernah bosan-bosannya dan selalu setia untuk menghampiri sepakbola nasional.

Seumur aku hidup, aku belum pernah sekalipun melihat sepakbola kembali berprestasi, meski sebenarnya prestasi sebenarnya ada, namun tidak terlalu terekspos oleh media dan mungkin saja yang sedang kita rasakan saat ini hanya bertahan sehari atau dua hari, bahkan mungkin saja sampai seminggu namun setelah itu menguap entah kemana hilang tergantikan oleh berita-berita yang membuat kita kembali pesimis dengan segala perkembangan, segala masalah, segala beban, dan segala apa pun juga yang membuat kita melupakan kebahagiaan yang kita rasakan.

Menjadi pemenang. Merupakan sebuah keinginan setiap manusia. Menjadi pemenang pun bukan hanya membahagiakan diri sendiri, namun bisa saja membahagiakan keluarga atau segenap rakyat yang perlahan lupa merasakan kemenangan itu sendiri, karena beban yang mereka tanggung.

Iya, malam itu… begitu indah, begitu luar biasa.

Sebuah kutukan untuk menjadi negara yang mendapatkan ‘hampir’ di sisinya, akhirnya terpatahkan juga! Mereka, anak-anak muda yang berjuang untuk melawan, anak muda yang berjuang untuk kebahagiaan, anak muda yang berjuang untuk kehormatan bangsa, anak muda yang ingin memberikan prestasi untuk membahagiakan Ibu Pertiwi yang sedang menangis. Ini bukanlah akhir dari segalanya, namun ini adalah langkah pertama untuk memberikan harapan yang lebih besar lagi di masa yang akan datang.

Kita pasti akan terus berdoa dan bermimpi pada suatu saat nanti Indonesia dapat berpartisipasi di Piala Dunia, ah, tidak, itu terlalu besar dan tinggi. Setidaknya dapat berkata banyak di level Asia Tenggara di level senior, baru setelah Asia Tenggara sudah ditaklukan baru menaklukan Asia. Setingkat demi setingkat untuk terus dapat bermimpi dan berharap.

Antusias yang begitu luar biasa hadir untuk mendukung Indonesia, puluhan ribu orang hadir di dalam stadion untuk mendukung, tidak peduli latar belakang mereka, agama mereka, suku mereka, jenis kelamin mereka, tua atau muda, dan tidak peduli juga mereka mendukung klub apa, yang jelas mereka datang hanya untuk satu; mendukung Indonesia! Berbaur menjadi dua warna yang terikat menjadi satu, Merah dan Putih.

Anak muda yang dengan seketika menyita seluruh perhatian bangsa, bukan dengan sensasi yang seperti artis lakukan, tapi mereka menyitanya dengan sebuah prestasi, dengan sebuah perjuangan yang tak kenal lelah untuk membuat Garuda kembali dapat terbang tinggi.

Di awal, masih terlihat belum mendapatkan hambatan yang berarti, hingga akhirnya pertemuan pertama melawan Vietnam yang membuat kita tersadar bahwa untuk menjadi seorang juara itu tidak selalu mulus dan mudah didapatkan, ada halangan, ada rintangan yang perlu kita hadapi untuk dapat tersenyum paling terakhir. Kekalahan itu, seperti membuat mereka belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari yang kembali lagi di pertemukan dalam perjumpaan yang lebih menegangkan.

Malaysia seperti momok yang menakutkan bagi Indonesia, tidak jarang mereka menjadi penjenggal Indonesia untuk berprestasi lebih tinggi lagi. Belum lama ini, sebelum U-19 bertanding sudah ada U-16 yang berjumpa di Malaysia di final dan kita kalah dalam adu pinalti. Tidak hanya di level junior, namun di senior pun sama. Malaysia membuat kita tertahan di dalam kotak grup saat di AFF kemarin, dan sebelumnya Malaysia pun yang juara setelah mengandaskan Indonesia di final. Tapi, saat itu, berbeda. Indonesia berhasil menganyang Malaysia, menghancurkan impian mereka untuk dapat juara di ajang AFF U-19 ini.

Sebuah hiburan yang mampu membuat kita bahagia melupakan masalah, emosi dan haru meluap bercampur menjadi satu kebahagiaan saat sang kapten Evan Dimas mengangkat piala AFF U-19.

Indonesia Juara! Garuda Muda Jaya!

“Kami ingin membahagiakan bangsa kami!” – Indra Sjafri

Coach, Anda dan pasukan Anda telah membuat kami bangga dan bahagia! Sebuah piala yang kami rindukan selama dua puluh tahun lebih telah kau berikan untuk bangsa ini, meski di awal tahun ini Anda sempat dikabarkan akan mendapatkan pemecatan dari PSSI yang telah bersatu tersebut. Anda melawan para tikus yang ingin menyingkirkan Anda dengan sebuah prestasi yang luar biasa, bagaimana Anda melihat dan membuat tim Anda begitu luar biasa.

Indonesia! Indonesia! Iya, di tubuh tim seperti ada roh yang ditiupkan dalam diri mereka masing-masing, berbeda-beda latar asal mereka tetapi mereka tetap satu. Satu untuk membela dan berjuang secara militan tak kenal lelah, membuat aku bahkan segenap bangsa ini bangga terhadap perjuangan yang kalian lakukan. Jerih payah dan keringat yang tercucur terbayar dengan rasa haru dan senyum yang begitu lebar di wajah setiap individu malam itu. seisi stadion tidak habis-habisnya untuk terus mendukung mereka, memberikan kekuatan lebih bagi jiwa-jiwa yang sedang berperang untuk bangsanya.

Mungkin, sekarang kita mengenal Evan Dimas, Rafi, Paolo Sitanggang, Mukhlis, atau Maldini, atau… siapa pun yang ada disana yang ikut berjuang yang aku pun tidak terlalu hapal dengan nama mereka masing-masing. Mungkin saja, dari kaki mereka dan di pundak mereka yang masih begitu hijau memangku sebuah beban yang begitu luar biasa hebatnya, berjuang untuk Indonesia!

Memang ini baru langkah awal, ini baru di level junior, namun ijinkanlah aku atau siapa pun juga untuk merasakan bagaimana rasanya kebahagiaan melihat sepakbola Indonesia berprestasi kembali. Sudah lama kita tidak melihat Indonesia juara di cabang sepakbola, yang dimana olahraga paling digemari oleh banyak kalangan di Indonesia, yang dimana selalu dinantikan bila tim nasional Indonesia akan bertanding.

Masih panjang langkah yang akan mereka tempuh dan sepanjang itu lah doa dan harap yang kita berikan kepada mereka. Aku tidak terlalu berharap Indonesia menjadi macan asia, aku hanya berharap dan ingin Indonesia tetap menjadi garuda yang akan terus terbang tinggi menembus badai yang menerpa, garuda yang terus berkembang untuk mengepakkan sayapnya, garuda yang menjadi kendaraan dewa-dewa, bukan kendaraan orang-orang yang memanfaatkan mereka untuk kepentingan pribadi atau golongan mereka. Garuda-garuda yang membuat bangga Ibu pertiwi dan segenap anak-anaknya. Garuda yang membuat segenap bangsa bangga untuk menyebut Indonesia dengan segala prestasinya, garuda yang memberikan kebahagiaan dan kedamaian ke seantero bangsa.

Semoga dan semoga saja, garuda ini dilindungi dari godaan setan terkutuk yang membuat garuda itu kembali jatuh ke tanah dan lagi-lagi terkapar tidak berdaya. Semoga saja tidak terulang lagi, dan semoga saja pembinaan usia muda untuk melahirkan generasi-generasi yang lebih hebat lagi terus berlanjut.

Target pertama telah dicapai, targetnya selanjutnya ialah Medali Emas Sea Games mendatang!

Terus kepakan sayapmu, Garuda! Terbanglah! Terbanglah lebih tinggi lagi, Garuda Muda!

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s