arsenal

Harapan Yang Mulai Meninggi!

arsene-wenger_1869548b

Pernahkah kamu berharap atau bermimpi tentang sesuatu? Apa yang kamu rasakan bila sebuah harapan yang kamu tunggu itu, sepertinya akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat? Bahagia? Senang? Atau malah hati kamu berdebar-debar tidak sabar?

Aku paham mengenai hal tentang mimpi dan harapan, karena aku merupakan salah satu orang penganut yang percaya akan mimpi dan harapan tersebut, namun ada sesuatu yang menarik tentang harapan itu sendiri. Bila harapan itu dibiarkan meledak-ledak tanpa bisa kita atur, besar kemungkinan kita akan kecewa bila ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Perlu untuk yang mengatur sebuah harapan agar tidak kecewa dengan harapan yang begitu besar, padahal kemampuan untuk mendapatkannya tidak begitu besar.

Tahun ini, sekali lagi aku berharap dan memiliki keyakinan dalam mimpiku bila klub kebanggaanku akan membuka puasa dengan sebuah piala yang manis di akhir musim ini. mungkin, banyak orang yang terlalu pesimis dengan keadaan klub atau skuad yang begitu tipis seperti seseorang yang terkena penyakit. Tapi, tidak untukku. Aku tetap memelihara kepercayaanku ini, biar orang berkata aku terlalu bodoh atau naif percaya dengan sesuatu yang tidak pasti tapi itulah aku.

Meskipun, aku percaya atau yakin bila klub kebanggannku akan meraih satu piala di musim ini, tapi aku juga tidak bodoh untuk membuat nazar ngawur, karena untukku, nazar adalah janji, dan janji itu harus ditepati.

Melihat hasil pre-season yang cukup membuat hati tersenyum, atau pertandingan melawan Citieh di akhir pre-season membuatku langsung menetapkan hati tentang keyakinan bila klub ini akan berbuat banyak atau setidaknya menjadi penantang juara seperti dulu lagi. Tapi, hati ini hancur berkeping-keping ketika melihat pertandingan pembuka di kompetisi, bagaimana melihat pemain harus jatuh bangun sampai harus menjalani perawatan kembali yang membuat stok pemain saat itu tipis. Gejala-gejala pembelian pun saat itu masih belum terlihat.

Beberapa hari yang lalu, aku mampir ke satu toko buku besar di sekitaran Matraman. Seperti biasa juga, aku mampir ke rak majalah tepat di lantai dua. Seperti biasa juga, aku terlarut tenggelam bersama dengan majalah-majalah yang terhampar disana, banyak ilmu yang aku dapatkan, hingga terkadang aku sampai lupa waktu dan tujuan awalku datang untuk apa.

Ketika aku sedang membaca satu majalah, ada satu bagian yang membuatku tertarik. Satu bagian itu mengenai perubahan yang terjadi pada the happy one. Kedatangan dirinya untuk kedua kalinya di Inggris, lalu memberikan komentar-komentar positif yang bahkan menyanjung Arsene sebagai senior dan tempat dirinya untuk belajar. Mou mungkin saja belajar bagaimana menjadikan semua lawannya menjadi lawan debatnya, yang menghasilkan dirinya kesusahan juga akhirnya melawan setiap rivalnya. Atau, ini malah cara Mou menganggap bahwa Arsenal dan Arsene bukanlah sebagai penantang serius dalam perebutan gelar di musim ini? entahlah.

Aku harus menahan napasku dan menghembuskannya pelan-pelan, lalu menariknya dalam-dalam ketika Arsenal sedang bertanding. Mungkin saja kan, kalau menjadi gooner itu sehat karena setiap pertandingan dibawa terapi jantung. Tapi, menikmati atau menyaksikan Arsenal bermain merupakan sebuah hal yang istimewa dalam hidup, terkadang, kita diberikan pelajaran yang berharga dari mereka.

Menjelang akhir dari penutupan bursa transfer lalu, sebuah hal yang ajaib yang sangat tidak mungkin terjadi itu akhirnya kejadian. Ketika rumor itu berhembus dan semakin kencang, ada beberapa fans base yang bertanya tentang nazar apa yang mereka lakukan bila rumor itu memang menjadi kenyataan? Mungkin saja, karena merasa tidak mungkin terjadi sehingga membuat nazar yang wah tapi maksudnya cuman bercandaan. Iya, itu sih terserah tapi masalahnya kalau menjadi nyata dan orang-orang menagih nazar tersebut dilakukan bagaimana?

Ibarat sebuah drama yang lebih sering mempertunjukan orang baik kalah atau menderita di awalnya, namun di akhirnya malah orang baik tersebut yang menang dan dipuji-puji setinggi langit. Drama itu diadaptasi, bagaimana Arsenal diperlihatkan kepayahan dalam lantai bursa dibandingkan dengan tetangga mereka yang telah memiliki dana banyak karena berhasil menjual mahal binatang peliharaan mereka. Seluruh fan dibuat iri ketika melihat belum ada pergerakan yang nyata di klub mereka, klub mereka baru mendatangkan pemain muda dan itu pun dengan gratis. Sedangkan di sebelah, sudah mendatangkan pemain dengan status bintang.

Semakin mendekati, semakin kencang pula teriakkan.

“Ayo, Arsene beli pemain!!” ,  “Spend your fucking money!!” , dan masih banyak lagi. Akhirnya teriakan itu di dengar dengan mendatangkan pemain secara gratis kembali. Kedatangan kedua kalinya Flamini yang mengaku kembali ke rumahnya. Sebuah langkah yang tepat menjawab persoalan di gelandang bertahan Arsenal yang tipis, apa lagi bila Arteta sedang cedera, pemain yang menjadi pelapisnya Frimpong.

Tapi kedatangan Flamini, tidak serta merta membuat teriakkan itu mereda. Tetap, mereka tetap berteriak untuk membeli pemain. Hingga akhirnya di hari terakhir, Viviano datang dengan status pemain pinjaman. Menurut hemat saya, mendatangkan Viviano pun tepat, membuat suasana kompetisi di posisi kiper semakin berkembang dan akhirnya Cesni harus tampil baik dan berkembang bila ingin posisinya tidak digusur atau diambil oleh orang lain.

Puncak dari segalanya ialah, kedatangan Oezil. Pemain yang datang dengan memecahkan rekor transfer Arsenal ini langsung disambut gegap gempita. Efek kedatangan pemain ini pun langsung terasa di penghujung penutupan, tiba-tiba Mou membatalkan meminjamkan Ba ke Arsenal ketika melihat pemain yang baru diresmikan tersebut. Sebuah alasan yang membuat dirinya was-was dengan Arsenal, ia mengatakan tidak ingin meminjamkan karena Arsenal merupakan rival mereka.

Sebuah klub yang beberapa musim lalu terlihat seperti tidak memiliki ambisi untuk juara, sebuah klub yang memerankan posisi tempat pembibitan unggul daripada penantang juara. Bahkan, tidak pernah ketinggalan untuk meluluskan hasil-hasil terbaik dengan harga yang pantas. Seperti tidak peduli dengan kerinduan fans untuk melihat klubnya kembali berprestasi, tiket mahal yang harus dibayar oleh fans untuk mendukung secara langsung, sepertinya mereka lebih peduli dengan keadaan finansial mereka yang dapat menjadi prestasi tersendiri. Terutama, ketika, jaman telah membuat kekuatan uang begitu merajai, pemilik-pemilik asal timur tengah atau pengusaha rusia mengambil alih. Mereka tidak segan untuk menghamburkan uangnya untuk mendapatkan sebuah kepuasan, melihat klub yang mereka miliki berjaya dan akhirnya menaikkan pendapatan dompet mereka.

Sekarang, setelah Gazidis gembar-gembor mengenai status keuangan Arsenal yang mulai menguat. Yang membuat tampaknya Arsenal akan mulai era baru, ucapan Gazidis seperti sedang menyakini atau menakuti lawan mereka. Kejadian Suarez membawa angin segar, meski akhirnya memang tidak pernah terjadi.

Sebuah harapan itu kembali, iya, telah kembali lagi untuk melihat Arsenal kembali berjaya. Seperti beberapa dekade silam, mereka mulai kembali melangkah maju dengan muka yang terangkat dan penuh keyakinan menantang untuk berebut piala yang dirindukan.

Aku tahu, ini memang terlalu dini bila mengatakan tahun ini akan berpesta dan ini masih bulan September. Tapi, apakah salah bila dengan yakin mengatakan seperti demikian?

Kita dapat menyaksikan bagaimana gairah dan semangat yang terpancar, beberapa pertandingan dilewati dengan kemenangan. Ketika, mereka meragukan dan mengatakan bahwa skuad Arsenal kali ini tidak kuat, coba sesekali kembali menilik daftar pemain mereka siapa saja, dan tetap berdoa untuk kesehatan para ksatria untuk berperang dengan sebuah meriam di dada mereka.

Aku kembali mencoba mengingat beberapa kejadian di tahun belakang, klub ini sama seperti timnas Indonesia yang selalu menempel dengan frasa hampir. Iya, hampir juara UCL bila saat itu Lehman tidak mendapat kartu merah dan Pires tidak keluar, atau Fabianski tidak dikolongin di menit terakhir ketika kita telah unggul terlebih dahulu. Iya, hampir juara League Cup atau sekarang namanya Capital One Cup, kalau saja Koscielny tidak melakukan kesalahan yang membuat kepalanya mendapatkan jitakkan dari pemain Birmingham saat itu. dan mungkin saja, kita bisa juara lebih cepat bila tidak kehilangan pemain seperti, Cesc, Clichy, Nasri, Song, atau si Persie yang setiap musimnya meninggalkan Arsenal dengan berbagai alasan; rindu kampung halaman, uang, trophy, atau bisikan dari dalam hatinya untuk pergi.

Tapi, Arsenal tetap lah Arsenal meski kehilangan pemain bintangnya di tiap musim. Kehilangan tetap membuat mereka tetap kuat. Melihat keadaan membuat target yang paling realistis saat itu pun, berada di posisi empat besar demi tiket menuju UCL. Keuntungan yang didapat dari UCL pun sangat besar, selain soal uang pendapatan, keuntungan lainnya itu UCL menjadi magnet penarik saat membeli pemain. Tidak dipungkiri, bila banyak pemain yang dikatakan bintang ingin bermain di UCL, seperti kerinduan seorang Luis Suarez yang ingin bermain di UCL, entah berapa lama lagi dirinya akan terus bertahan dengan si merah yang kesusahaan menggapai spot 4 Besar. Bahkan nama mereka saja, hampir tergerus oleh City, Spurs, atau tetangga mereka sendiri Everton.

Kembali lagi, musim ini bisa dikatakan menarik untuk disimak. Apalagi harapan untuk juara pun tetap menguntit dibelakang Arsenal. Kedatangan Mou mungkin saja menjadi pengganggu, MU yang ditinggal pensiun dan yang meneruskan perjuangan itu Moyes yang masih hidup dalam tekanan bayang-bayang pelatih sebelumnya yang begitu sukses dan fenomenal, Spurs kedatangan pemain yang waaah membuat mereka diperhitungkan, namun tetap saja mereka membutuhkan namanya sebuah adaptasi, entah beberapa pertandingan lagi baru bisa dikatakan klop atau flop. Man City? Kehadiran pelatih baru masih membutuhkan waktu adaptasi dengan taktik atau kompetisi Inggris yang dikenal begitu padat dan mepet waktunya. Oh, iya kurang dan hampir aku lupa sama Liverpool, penampilan di awal musim yang begitu keren membuatnya nyaman di puncak klasmen, nampaknya adaptasi selama semusim penuh kemarin sudah mulai dapat dijalankan oleh pemain mereka, apa lagi dengan pembelian pemain yang tepat, Kolo dapat mengantikan peran dari Carra, kehilangan Pepe Reina pun tampaknya tidak terlalu bermasalah lagi dengan kehadiran Mignolet yang menjaga keperawanan gawang mereka.

Dan seperti biasa juga, keep the faith terus dan terus, bahkan akan terus terngiang di telinga ini untuk menjaga kepercayaan. Meski twitter seperti pendulum yang begitu cepat berubah, tapi itu lah kehidupan dan sekarang entah bagaimana caranya ketika ada sebuah harapan kita dapat tetap menjaga kepercayaan atau keyakinan kita pada harapan itu. sebuah harapan akan membuat kita kuat, sebuah harapan yang membuat kita terus dapat yakin, sebuah harapan yang dapat diatur dan dibawa dengan santai.

Aku bahkan tidak terlalu ambil pusing atau perhatianku tertarik kepada hal-hal yang membuat kita mengeluh, kalau pun aku di linimasa ku mengeluh dengan keadaan klub, itu untuk selingan saja karena aku meletakkan emot ‘:p’ di akhir, kalau pun tidak ada itu karena kelupaan. Memang akan ada pro dan kontra, tapi lebih asik lagi berada di tengah mereka dan menikmatinya.

Sekarang, yang lebih asyik lagi menikmati setiap kemenangan yang diberikan Arsenal khusus untuk kamu! Untuk kamu yang susah untuk memberikan pujian ketika mereka menang dengan bermain jelek sekali pun, untuk kamu yang mudah bahagia bila melihat klub kebanggaanmu menggapai kemenangan, untuk kamu yang mendukung mereka atas nama cinta.

Apa pun itu, apakah kamu mau tetap mendukung klub ini meski klub ini tetap mengalami masa-masa sulit  dan paceklik gelar? Apakah kamu akan seperti Persie seorang kapten yang meninggalkan kapalnya ketika kapalnya sedang terombang-ambing? Apakah kamu seperti Nasri yang pergi meninggalkan kapalnya menjadi awak kapal lain karena mendapatkan gaji lebih tinggi? Apakah kamu seperti Ramsey yang bertahan di dalam kapal meski semua orang mencaci maki dirinya dan akhirnya dapat mengecap sebuah kebahagiaan bersama-sama dengan seluruh orang seisi kapal? Jawaban itu, hanya kamu yang dapat menentukannya.

Seingatku sih, banyak menyakini bila 2014 merupakan tonggak awal Arsenal untuk merajai kembali. Entah itu benar atau tidaknya, kalau pun benar ya syukur, kalau engga pun yasudah, lah, ya.

Karena ini adalah awal dari sebuah harapan yang semakin meninggi dan saat yang tepat untuk terus menjaga harapan itu untuk terus menyala-nyala.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s