arsenal

Sebuah Persembahan Terakhir.

4

Beberapa pertandingan terakhir Arsenal gue lebih memilih untuk menikmati satu rancangan yang sedang di desain oleh sang Profesor. Satu tahun terakhir sebelum sang pelatih akan meninggalkan Arsenal yang ia anggap sebagai anak kesayangannya sendiri dan kemungkinan besar dia tidak akan meninggalkan Arsenal begitu saja, tapi ada sebuah dasar yang ingin ia ciptakan untuk Arsenal setelahnya.

Di awal medio 2000an atau sejak kedatangan dirinya ke Highbury, gelombang pemain yang berasal dari negaranya berdatangan dan mengisi skuad tim utama bahkan menjadi dasar untuk mencapai sebuah kejayaan. Iya, bahkan Arsenal lebih kental dengan pemain-pemain asal Perancisnya, bahkan pemain seperti Viera, Henry, atau Pires menjadi tumpuan meriam london ini. namun dengan seiringnya waktu perubahan dan komentar-komentar terhadap dirinya yang tidak ramah terhadap talenta lokal membuat dirinya mulai bergeser dari mengumpulkan pemain asal Perancis menjadi mengumpulkan talenta-talenta muda Inggris.

Arsene sering kali dihubungkan dengan pemain-pemain Inggris, namun berkali-kali pun dia menampik untuk membeli pemain tersebut dengan alasan harga yang terlalu mahal bagi pemain tersebut. Tapi, ketika dia memberikan alasan tentang harga pemain asal Inggris mahal terkadang dia menjual pemain Inggris asal akademi dengan harga yang terbilang murah.

Tapi tenang gue tidak akan membahas tentang hal tersebut, karena banyak artikel dan penulis lainnya yang sudah menuliskan hal tersebut, lagi pula bukan ranah gue untuk membahas hal tersebut. Lebih baik dengan santai bercerita melalui tulisan ini melalui perasaan yang sering menjadi pertanyaan di dalam hati kita masing-masing.

Di mulai dari awal tahun ini. dimana rencana persembahan terakhir tersebut di mulai dan menjawab segala kritik dan komentar orang banyak terhadap dirinya yang tidak peduli dengan pemain asal Inggris. Bulan Januari tahun ini kita sangat disibukkan dengan media yang sangat gencar membahas pembelian anyar Arsenal terhadap pemain bintang, namun hasil akhirnya bukan dari pembelian tapi dari perpanjangan lima kontrak pemain muda yang diproyeksikan menjadi bintang di masa depan dan semuanya berasal dari ranah Inggris, eh satu dari Wales. Lalu setelah perpanjangan kontrak tersebut keketiran soal perpanjangan kontrak pemain yang memiliki kecepatan di atas rata-rata yang kontraknya akan segera berakhir akhirnya mendapatkan sebuah kepastian yang membuat kita bernapas lega, Theo Walcott perpanjang kontrak!

5

Perjalanan bagi enam pemuda ini tidaklah terlalu mudah untuk mendapatkan keyakinan fans akan kemampuan mereka. Bahkan pemain terganteng yang menjadi idola oleh kaum hawa pun sampai diminta untuk segera dijual oleh banyak orang yaitu Ramsey, sejak mengalami patah kaki yang membuat penampilannya menjadi angin-anginan dan tidak sebagus sebelum mengalami insiden tersebut. Setiap akhir laga pun tidak jarang Ramsey menjadi sasaran empuk untuk dicemooh dengan penampilannya yang tak memuaskan. Namun, dia tidak pernah mengeluh dan tidak pernah berhenti untuk menyerah kepada keadaan yang memaksa dia bermain bukan di tempat aslinya, tapi dia terus berlatih untuk meningkatkan penampilannya. Hingga akhirnya sekarang kita dapat melihat bagaimana peranan Ramsey di tiga pertandingan terakhir Arsenal, penampilannya begitu luar biasa dan progresnya pun sangat ajaib.

Carl Jenkinson. Seorang gooner sejak kecil bahkan sejak kakeknya sudah menjadi fan Arsenal. Siapa yang tidak bangga ketika bermain untuk klub yang ia suka? From gooner to be a gunner! Pembelian Jenkinson pun awalnya di kritik oleh sebagian orang dengan alasan umurnya yang masih muda dan tidak bermain di kasta tertinggi EPL. Penampilan di awal-awal pun terlihat gugup dengan menjadikan tempat dimana dia bertugas menjadi titik serangan empuk bagi lawan untuk menciptakan peluang dan tidak jarang menjadi sebuah gol. Seiring dengan waktu dan jam terbang yang ia lewati, perbaikan dari penampilannya mulai terlihat di musim keduanya. Di musim ketiganya saat ini, ada harapan besar yang ditaruhkan ke pundaknya mengingat krisis di bek tengah Arsenal yang membuat Sagna yang sebenarnya memiliki posisi sama dengan dirinya sampai di geser ke tengah untuk menambal krisis pemain tersebut, lalu hikmah yang di dapat ialah kesempatan bermain Jenkinson terbuka lebar menjadi pilihan pertama saat ini.

Kieran Gibbs. Siapa yang akan membandingkan Gibbs dengan dua seniornya terlebih dahulu yang pergi karena alasan uang tersebut? Gibbs merupakan salah satu talenta Inggris yang jarang terlihat oleh timnas Inggris sendiri, keberadaan Ashley Cole atau Baines membuat namanya tertutup oleh dua seniornya tersebut. Tapi usia mereka berdua yang mulai memasuki ranah lanjut memberikan dirinya secercah harapan untuk menembus bahkan menempati posisi bek kiri di timnas Inggris. Di klub sendiri, Gibbs bersaing dengan Nacho Monreal.

Chamberlain? Walcott? Wilsehere? Tiga nama tersebut sudah mulai sering untuk mengisi tempat di timnas Inggris. Wilshere sendiri diakui dapat memberikan perubahan bagi Inggris di masa depan. Dengan tubuhnya yang kecil pun dia memiliki keberanian untuk menantang pemain yang memiliki tubuh lebih besar daripada dirinya, terkadang dia berani untuk beragumen membela temannya. Sedangkan Walcott yang dikenal hanya memiliki kecepatan lari saja mulai sering mencetak gol melalui kakinya, selain itu dia dikenal tidak menyerah meski mendapatkan tekel dia akan tetap berlari untuk mengejar bola. Gue ingat kejadian ketika Arsenal menang 3-5 di kandang Chelsea, saat itu Walcott dihadang oleh pemain Chelsea dan ia sempat terjatuh, tapi apa yang ia lakukan? Kembali berdiri dan berlari lalu menceploskan bola ke gawang yang dijaga oleh Cech. Pergerakan lincahnya pun terkadang menyulitkan bek lawan menahan laju larinya yang cepat, sampai tidak jarang jalan terakhir untuk menghentikannya harus menjatuhkan dirinya. Chamberlain. Memang di dua musim ini dia belum mendapatkan bermain secara tetap di tim utama, tapi keberadaannya pun sama menakutkannya dengan Walcott, memiliki kecepatan dan badan yang lebih kekar menjadi kelebihannya, bukan hanya dapat bermain di sayap tapi dia bisa bermain di tengah untuk membantu mengobrak-abrikan pertahanan lawan.

Tahun ini merupakan tahun terakhir Arsene. Mungkin dia ingin memberikan satu ucapan terima kasih kepada Inggris untuk di akhir masa pengabdiannya, bukan cuma sekedar berusaha untuk memberikan piala di akhir yang menjadi perpisahan manis bagi dirinya untuk fans Arsenal tapi lebih dari apa yang kita bayangkan.

British Core bisa jadi menjadi persembahan terakhirnya dan menjadi dasar bagi Arsenal di masa depan. Bagaimana mereka sering di dampuk untuk menjadi perwakilan, mulai dari di acara Arsenal Foundation hingga di peluncuran Jersey Away musim ini pun mereka yang terpilih menjadi ikonnya.

Hingga akhirnya ketika asyik mengamati talenta ini di beberapa pertandingan terakhir, terutama ketika melawan Fenerbache bagaimana pergerakan dari Walcott, Gibbs, Jenkinson, Ramsey, dan Wilshere menjadi motor. Gol pertama yang dicetak oleh Gibbs pun bermula dari kaki Ramsey lalu ke Walcott hingga akhirnya dituntaskan oleh Gibbs, lalu gol kedua tendangan Ramsey dari luar kotak pinalti membuat gol kedua bagi Arsenal, dan akhirnya gol terakhir yang di cetak oleh Giroud dari titik pinalti berawal dari pergerakan Walcott yang dijatuhkan di kotak pinalti.

Akhir kata yang menjadi sebuah anti klimaks dari segalanya. Marilah nikmati persembahan yang akan diberikan oleh Arsene menjelang akhir kepimpinannya, mungkin akan ada yang berkata ini semacam delusi sesaat tapi lebih baik mencoba sedikit optimis dengan satu hiburan. Lebih baik menikmati persembahannya sambil berharap puncak dari persembahannya itu adalah kemenangan dengan mengangkat piala menuntaskan penantian yang panjang untuk memutuskan untuk membuka puasa gelar.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s