arsenal

Optimis Lebih Baik

Image

Mungkin kali ini gue sedang mengetik tulisan ini dengan sebuah pandangan yang aneh, tapi tenang gue sedang tidak mabok narkoba seperti yang dilakukan parhat saat di mata najwa. Kekalahan yang memilukan di kandang sendiri membuat gue menitikkan air mata dan tidak sanggup untuk mengikuti chants teman-teman saat nobar, malam itu terasa begitu kelam dan berharap gue tidak melalui malam itu untuk menyaksikan pertandingan Arsenal.

Banyak hal yang membuat kita untuk pesimis dan mengeluh dengan kondisi Arsenal saat ini, di saat sedang asyik mengeluh, kita pun sibuk mencari kambing hitam untuk semua kejadian yang selama ini terjadi di Arsenal. Menyalahkan Arsene sebagai orang yang paling bertanggung jawab dari semuanya pun kita lakukan dan malam yang masih buta itu gue pun mendapatkan sebuah keajaiban yang luar biasa dari teman gue yang mengatakan ada sebuah petisi untuk menggulingkan Arsene dari posisinya, seandainya petisi itu bisa dilakukan untuk menggulingkan orang tua yang sedang berkuasa di PSSI, seandainya.

Skuad Arsenal kali ini begitu ramping dan kurus, belum ada penambahan pemain yang dilakukan tapi sudah menjual atau meminjamkan banyak pemain. Semua gosip yang dihembuskan membuat banyak di antara kita begitu percaya diri dan yakin akan kebenaran gosip tersebut sehingga ketika gosip itu salah kita kecewa dan mengatakan kalau Arsenal adalah klub paling tinggi tingkat PHPnya.

Kekuatan dana yang digemborkan oleh Gazidis semakin membuat kita terbang tinggi sampai ke langit tingkat tujuh. Percaya kalau pemain bintang kelas tujuh bisa didapatkan, macam pemain Jovetic, Higuain, Rooney, Luis Suarez, dan pemain sekelas mereka menjadi berita yang hangat dipoles oleh berbagai media untuk menjadi bahan jualan mereka. Hasilnya kita menjadi percaya ketika kabar Higuain atau Jovetic yang sampai diberitakan sudah setuju untuk pindah ke Arsenal dan tinggal selangkah lagi untuk diresmikan oleh klub, hingga akhirnya benar mereka benar-benar keluar dari klub mereka masing-masing dan diresmikan oleh klub lain yang jauh dari hingga bingar gosip media.

Perpecahan sesama gooners yang awalnya mulai berkurang dengan penampilan yang menghasilkan decak kagum di akhir musim lalu dan selama di pre-season akhirnya kembali melebar. Anda dapat menyermatinya di berbagai media sosial bagaimana pertempuran mereka terjadi, tulisan-tulisan yang provokatif pun dilemparkan setiap orang dan tidak jarang mereka memakai kata karbitan untuk menyerang lawan mereka yang sebenarnya teman sendiri.

Tidak. Tidak. Gue tidak akan membahas tentang pertempuran mereka dan tidak juga akan membahas seluk beluk kesalahan Arsene sepenuhnya yang memang bertanggung jawab, tapi gue lebih memilih untuk menyakinkan diri kalau Arsene merupakan sosok yang tepat untuk Arsene paling tidak semusim ini.

Beberapa hari lalu, gue mengikuti linimasa dari AIS Tanggerang dan saat itu adminnya dalam kicauannya memberikan tagar optimisitubaik. Benar optimis itu baik dan di saat ini kita dipaksa untuk tetap optimis dengan keadaan ini, bukan hanya untuk terus mengeluh dan mengeluh, daripada energi kita terbuang sia-sia dalam mengeluh mending energi itu kita simpan dan pakai untuk aktifitas yang lebih bermanfaat dan menghasilkan.

Gue pun mengeluh dengan kekurusan pemain Arsenal saat ini, kalau misalnya awal musim saja pemain sudah habis di tebas oleh lawan di lapangan, bagaimana ketika sudah mencapai fase boxing day atau akhir musim yang ada bensin Arsenal benar-benar habis dan jalannya terseok-seok. Tapi, gue menyadari membeli pemain yang sesuai dengan kebutuhan dan kekuatan finansial itu memang susah, ini bukan permainan di dalam game yang bisa di save dan di load kalau pembelian itu salah. Ini kehidupan nyata dan kalau salah sedikit pun akan berimbas kemana-kemana, belajar dari pengalaman bagaimana pembelian panik dua musim lalu yang menghasilkan nama PCY dan Santos yang gue anggap sebagai pembelian yang gagal saat itu.

Membeli pemain bukanlah hal yang mudah, bukan soal pemain setuju atau tidak tapi lebih rumit daripada itu, ada fase dan tahap-tahapnya. Mulai dari nego harga ke klub sampai ke agen sang pemain, di fase nego harga klub pun rumit bukan dengan seenak jidat kita mengibaskan uang besar yang menghasilkan pembelian yang nyeleneh, kadang berbagai klub ada yang berani membeli kelas dua dengan harga kelas satu yang membuat harga pasar menjadi berantakan. Setelah harga sudah disetujui pun tidak serta merta langsung bisa diresmiskan ada tahap negoisasi kontrak dengan pemain dan sang agen, kalau pemain tidak menyetujui nilai kontrak yang ditawarkan pun pembelian bisa batal.

Namun, dalam keadaan kurus pemain ini ada hikmah yang bisa gue ambil dalam beberapa pertandingan terakhir. Ramsey dan Giroud merupakan pemain yang memantikkan rasa optimis gue, dua nama ini memang sering menjadi bulan-bulanan para fans. Bagaimana Ramsey sering melakukan kesalahan dan ketidakjelasannya, perlahan mulai berubah menjadi pemain yang begitu bagus dan bisa dikatakan musim ini bisa menjadi musim terbaik dia setelah mengalami cedera parah. Ramsey merupakan sosok penting di tengah bersama dengan Arteta, duo ini mendapatkan sebutan RamTeta bagaimana mereka berdua saling membahu di tengah, menopang depan dan belakang. Selain dia, Giroud mulai menujukkan sisi perkembangannya di musim kedua bersama dengan Arsenal. Memang terlalu cepat untuk menilai Giroud namun dari beberapa tulisan atau statistik yang pernah gue baca pun, Giroud sering menampilkan statistik yang bagus ketika di musim keduanya.

Kalau pun pembelian yang harus dilakukan adalah di sisi kiper, dmf, dc, dan juga striker. Beberapa pemain yang haus dan lapar akan gelar yang memiliki pengalaman pun diperlukan berguna untuk mendongkrak semangat tim, bukan cuma seorang Jack atau Jenkinson yang memiliki semangat berlebih ketika bermain tapi dibutuhkan pemain yang memiliki pengalaman untuk menguatkan mereka.

Berhentilah untuk saling berantem sesama fans, memang boleh untuk mengkritik klub sebagai salah satu bentuk dukungan kita tetapi bukan berarti ketika ada yang berseberangan dengan pendapat kita sampai berantem. Kita sebagai apa? Kita memang mencintai mereka sebagai orang yang lagi pacaran dengan keterbatasan seperti sedang LDRan, mereka begitu jauh disana dan kenapa kita tidak berusaha untuk optimis dan tidak saling menyerang sesama kita? Yang di lokal saja jarang kita lihat, yang memang benar-benar dekat sama kita, coba sesekali untuk mendukung klub lokal kebanggaan tempat kalian lahir atau besar.

Berantem dengan adu provokasi pun takkan ada habisnya yang ada kita terfokus pada masalah itu, bukannya untuk menikmati pertandingan saat klub yang kita puja dan cinta sedang bermain, kita sibuk untuk mencari-cari kesalahan untuk menjadi bahan adu argumentasi mencari pembenaran melawan lawan pemikiran kita.

Gue memang bukan orang yang akan menuliskan soal review atau preview pertandingan dengan data statistik atau quote-quote yang cukup wah, tapi gue menuliskan di saat kegalauan dan keresahan gue ketika sedang berada di dunia maya. Sekecil pesan yang gue sampaikan itu cobalah untuk optimis dengan keadaan klub yang seperti ini.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s