arsenal

Fever Pitch

fever-pitch-movie-poster-1997-1020256213

Di siang yang cukup terik yang cukup sepi ketika para tetangga sudah mulai kembali ke kampung halamannya untuk menghabiskan libur lebarannya bersama dengan keluarga untuk bersilahturahmi, aku menikmati waktu hanya di depan komputer sambil menyaksikan dua film yang di adaptasi dari buku Fever Pitch yang di tulis oleh Nick Hornby. Aku belum pernah membaca novelnya, aku punya bukunya tapi tidak bentuk fisik melainkan e-book dan dua film itu pun dibuat dua kali, satu versi Inggris dan satu lagi versi AS.

Awalnya aku menyaksikan Fever Pitch yang versi AS dengan cerita yang di daur ulang dan mendapatkan pengubahan, bercerita tentang Ben Wrightman yang menyukai sebuah klub baseball di kotanya, Boston Red Sox. Lalu ia bertemu dengan seorang perempuan kantoran bernama Lindsey Meeks hingga akhirnya dalam cerita tersebut mereka menikah.

Sedangkan pada versi Inggrisnya, cerita ini berkisah tentang Paul yang seorang fan Arsenal. Entah mengapa aku malah menonton film yang daur ulangnya daripada menonton film aslinya. Aku menyaksikan bagaimana cerita ini mengambarkan sebuah kisah yang ajaib dan disini aku tidak berbicara atau bercerita mengenai film tersebut tetapi ada sesuatu yang dapat aku pelajari dari film ini yang aku bagikan kepada yang membaca tulisan ini.

***

Sudah berapa lama anda menjadi fans Arsenal? Sudah sembilan tahun Arsenal puasa gelar, apakah anda sudah lelah untuk mendukung klub ini? apakah ada rasa frustasi anda mendukung klub ini? seberapa kuat anda menerima cemoohan dari teman-teman anda?

Apakah yang membuat anda bangga ketika mendukung sebuah klub? Apakah mengenai jumlah raihan piala? Atau pemain bintang? Atau mengenai berapa besar budget transfer yang disediakan klub dalam masa transfer? Alasan itu hanya anda yang mengetahui jauh dari lubuk hati anda yang terdalam. Namun, bila anda bertanya kepada saya dengan pertanyaan di atas tadi, saya akan dengan senang hati menjawabnya dengan karena fans dan sesuatau hal yang entah alasannya apa, seperti orang yang sedang jatuh cinta tanpa sebuah alasan yang tepat untuk dijelaskan. Mungkin terdengar gila atau aneh, tapi itulah yang terjadi.

Sudah sembilan tahun rupanya, sudah begitu begitu panjang klub ini berpuasa gelar dan karena alasan miskin piala pula yang membuat pemain bintang Arsenal berubah pikiran untuk memilih hengkang, sedangkan supporter yang mendukung klub sebenarnya akan selalu berada di balik klub untuk mendukung apa pun yang terjadi, menang, kalah, atau seri tetap mendukung.

Paul atau Ben merupakan fans dari klub Arsenal untuk Paul dan Boston Red Sox untuk Ben. Mereka pun sudah lama mendukung klub ini sejak mereka kecil sudah mendukungnya, tetapi ketika mereka mendukung klub tersebut, klub itu tidak juara yang membuat rasa frustasi melanda mereka.

Ben, dia melewatkan satu pertandingan terbaik Boston Red Sox, ia merasa frustasi ketika tidak pernah sekali pun melewatkan pertandingan Red Sox ketika ia tidak menontonnya sebuah momen itu ia lewatkan dan ia sampai ingin menjual tiketnya kepada seseorang untuk mendapatkan cintanya melalui sebuah pengorbanan. Untungnya di saat ia hampir menjual, demgan aksi nekat memasuki lapangan melalui hadangan pihak keamanan Lindsey berhasil menemui Ben dan surat penjualan yang telah di tanda tangani Ben langsung di robek oleh perempuan tersebut.

Paul, sangat yakin bila Arsenal dapat menjuarai kompetisi saat itu dan membuka puasa gelar yang lebih lama dari saat ini. hingga pertengahan musim Arsenal berada di puncak klasmen namun seakan seperti kehabisan bensin, penampilan Arsenal mulai menurun menjelang akhir hingga puncaknya Liverpool yang dengan setia menguntit mereka di posisi dua dapat menyalip dan menduduki puncak klasmen. Rasa frustasi melingkupi Paul, ia tidak tahan dengan yang sedang terjadi, semuanya menjadi tidak baik dalam kehidupannya. Di akhir musim, Pertandingan terakhir pun bukan lawan yang mudah namun melawan sang pemuncak klasmen dan bermain di Anfield, hanya sebuah keajaiban yang dapat membuat Arsenal juara saat itu, harus menang 2-0 untuk dapat juara.

Sekarang, menjalani musim yang baru lagi ada satu harapan lagi yang muncul di dalam diri setiap gooner. Tahun ini kita akan buka puasa! Kita butuh keajaiban dan keyakinan untuk dapat berpesta di akhir musim ini. bukan hanya mengenai posisi empat besar atau finish di atas ayam tetapi yang paling dirindukan itu tentunya sebuah trophy yang menjadi bonus ketika mendukung sebuah klub.

Musim depan merupakan musim yang paling penting untuk Arsenal, bila kembali gagal membuka keran gelar mereka kemungkinan besar para pemain bintang mereka akan memilih untuk hengkang meninggalkan klub ini untuk bergabung dengan klub yang lebih besar dan lebih berpeluang untuk mendapatkan trophy di akhir musimnya.

Seperti di tahun 1989 dimana Arsenal saat itu berhasil menang secara dramatis gol telat di menit 90 membawa Arsenal juara di Anfield dan pesta keberhasilan mereka di stadion yang terkenal dengan keangkerannya dan atmoshphere yang dapat mengintimidasi pemain lawan. Dari sebuah hal yang sudah di anggap tidak mungkin untuk juara, mereka membuktikan bahwa sepakbola bukan hanya sekedar pertandingan tetapi lebih daripada itu sepakbola merupakan sebuah kehidupan, sepakbola bukan hanya soal statistik tetapi tentang passion dan keinginan menang di atas lapangan.

Terkadang rasa frustasi itu akan hinggap ke jiwa kita ketika sedang mendukung sebuah klub, atau ketika diperhadapkan dengan pilihan menonton klub tersebut atau dengan orang yang paling kita sayangi. Ketika rasa frustasi itu hinggap karena kita memiliki ekspektasi yang terlalu berlebih untuk klub akan membuat kita akhirnya kecewa dan menyalahkan semuanya, menyalahkan pemain bahkan menyalahkan pelatih juga. Dan akhirnya tidak kuat terhadap tekanan lalu mereka murtad untuk mendukung klub lain.

Sepakbola membuat kita memiliki keluarga baru, bercengkerama dengan mereka, tertawa bahagia ketika menang bersama, menangis saat merasakan kekalahan bersama, rasa sakit ketika mengalami sebuah hal yang dramatis yang membuat kita sesak karena kemenangan di depan mata harus hilang begitu saja, atau berorgasme bareng ketika melihat sebuah gol cantik tercipta dari permainan kaki ke kaki yang indah.

Semuanya akan terus maju dan berjalan, yang telah lewat tidak dapat kembali lagi, kehidupan di mulai dari Agustus sampai dengan Mei, lalu setelah itu kehidupan akan berjalan biasa hingga pertandingan pembuka akan di mulai lagi. Sebuah perputaran yang selalu terjadi demikian menjadikan sebuah siklus.

Pelajaran yang aku temui dari film ini ialah, kesetiaan untuk mendukung sebuah klubmu. Apa pun yang terjadi tetap percaya.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s