arsenal

We love you Arsenal!

Image

Ah, mungkin pertandingan subuh tadi adalah pertandingan yang membuat saya terharu pad minggu ini. alasannya mudah, apa yang orang katakan tidak mungkin dapat menjadi mungkin bila kita berusaha dan jangan pernah menyerah untuk berjuang.

Tidak seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya di musim ini yang selalu panas di satu babak dan di babak yang lainnya kembali dingin, tapi di pertandingan kali ini sepanjang pertandingan selalu panas. Semua orang sudah mencoret nama Arsenal diperebutan tiket terakhir menuju babak selanjutnya, hanya keajaiban yang bisa membawa Arsenal untuk lolos. Tapi, Arsenal membuktikan bahwa mereka tidak membutuhkan tongkat ajaib seorang peri, yang mereka butuhkan adalah permainan yang seperti tadi.

Jangan pernah bermain untuk nama yang dibelakang, tetapi bermainlah untuk nama yang di depan. Kata-kata ini mungkin sudah sering kita dengar ataupun kita baca. Simple tapi penuh dengan makna, bahkan entah kenapa hanya ada beberapa pemain yang terpatri dalam hatinya. Jack, Gibbs, dan Jenkinson.

Mungkin terlalu naif kalau saya mengatakan, sebuah trophy adalah bonus ketika mendukung suatu klub. Menyaksikan klub yang saya suka setiap minggunya aja sudah membuat gue bahagia. Tidak peduli bila mereka menang, kalah, atau seri. Saat Arsenal main, datang ke tempat nobar dan ketemu sama yang lainnya untuk sama-sama mendukung Arsenal. Oh… bahagianya…

Terkadang cinta itu selalu membuat orang buta, kita akan lupa akan kesalahan yang dilakukan. Tapi itu indah. Ketika cinta itu sudah sadar dan menjadi pintar, terkadang kita menjadi orang yang lebih tahu dan menyalahkan cinta tersebut.

Saya meminjam kata-kata dari guru spiritual saya, cinta itu engga mandang kalah atau menang, papan skor atau klasmen, seberapa besar budget transfer, karena cinta itu butuh yang namanya keyakinan. Dan yang terutama cinta itu engga mandang harta, begitu juga trophy. – guru spiritual saya.

Sebenarnya cinta itu egois. Iya, egois! Kita selalu pengen untuk team kita juara, kita pengen team kita menang. Tapi ketika mereka butuh yang namanya dukungan kita, kita malah mencela mereka. Sebenarnya kita memang cuma menjadi fans layar kaca, suara teriakkan kita di depan layar kaca pun engga bakalan kedengaran sama mereka. Tapi, kenapa kita engga mendukung mereka dengan memberikan semangat? Rasa optimisme yang mungkin saja dapat mengalir secara tidak sadar kepada setiap pemain. Ketika mereka telah berjuang dengan peluh keringat mereka, kita dengan santainya mencela mereka.

Jadi, bagaimana bentuk cinta itu? Hanya ada dalam hati setiap pribadi. Cinta itu bukan soal jersey ori, atau datang nobar setiap pertandingannya, tapi cinta itu ada di dalam diri. Mungkin cara dalam menunjukan cinta kita berbeda-beda, mungkin untuk beberapa orang bentuk dalam cinta mereka ada yang mengkritik. Itu terserah, kalau kamu cinta untuk melakukan itu silahkan lakukan.

Cinta itu memberikan rasa optimisme dan keyakinan. Di awal musim, saya pasti yakin dan optimis kalau musim ini akan juara dan buka puasa, pas kesempatan itu hilang satu persatu, saya dengan santai akan berkata masih ada musim depan dan musim depan akan juara.

Untuk sebuah cinta, hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Fans Arsenal sangat mencintai klubnya, mereka rela untuk meronggoh kocek yang dalam hanya untuk menonton pertandingan yang di kenal dengan kemahalannya. Dan ketika pemain bermain dengan cinta, mereka akan berjuang sekuat tenaga mereka untuk membalas cinta yang diberikan oleh para fans untuk mereka.

Dan saya pun belajar dari yang namanya sepakbola, cinta itu engga butuh suatu syarat, cinta itu tulus, cinta itu engga mandang alasan. Kalau misalnya cinta, mau dalam keadaan senang ataupun bahagia akan terus bersama. Karena cinta itu begitu indah :’) kalau misalnya cinta itu butuh mandang alasan berarti cinta kamu bersyarat dan yang pastinya cinta kamu tidak tulus.

Arsenal. Resmi sudah untuk delapan tahun tanpa gelar di raih oleh Arsenal, yang akan menjadi permasalahannya ialah apakah kamu tetap setia untuk mendukung Arsenal?

Engga usah berlindung di balik kata-kata manis seorang tuhan, “do you really like Arsenal? Or just Arsenal with trophies?” dan engga usah pake ambekan ketika ada orang yang bilang mending pindah klub aja. Kalau misalnya Arsenal engga bisa bikin prestise kamu naik di mata teman-teman kamu, kalau kamu udah lelah menantikan Arsenal untuk kembali juara, kalau kamu kecewa dengan Arsenal yang selalu berpuasa. Silahkan kamu memilih klub yang juara untuk meningkatkan prestise kamu di mata teman-teman kamu, tapi itu hak kamu. Karena, kasihan kalau misalnya kamu sudah terlalu kecewa yang akhirnya ngeluh dan mengeluh setiap harinya, kamu engga capek apa? Tapi kembali lagi itu hak kamu untuk memilih.

Salah tempat bila kamu mendukung Arsenal kalau alasan kamu karena gelar, apa lagi Arsenal di beberapa tahun belakangan ini.

And my ‘sister’ say, I just cant stoping loving you; proud and always support you. We love you Arsenal!!

Ah, memang… kita tidak akan mengenal yang namanya cinta bila kita belum merasakan yang namanya sakit hati dan dikecewakan terlebih dahulu. Saat kita sudah merasakan yang namanya sakit hati, kita baru tahu apa arti cinta itu sebenarnya. Bahkan ketika kita sudah kehilangan, kita baru sadar bila dia adalah yang terbaik.

Saya masih memikirkan alasan saya kenapa saya bisa mencintai Arsenal? Saya tidak tahu alasannya, untuk urusan sejarah tentang Arsenal pun saya lemah. Tapi cuma satu hal yang saya tahu, hati saya berada disana dan bagian saya adalah mendukung mereka dalam keadaan apapun juga. Hal yang paling indah dalam hidup ini ialah ketika dapat melakukan perjalanan ibadah suci ke Emirates Stadium.

Sudahlah, nikmati kemenangan hari ini meski kita harus tersingkir. Keep up your chin and keep you faith mate! Always believe!

Standard

One thought on “We love you Arsenal!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s