bola

Secarik Kisah Bepe20..

Image

Mungkin kita tidak terlalu mengenal sosok legenda Remang atau teman seangkatannya yang berhasil membawa harum nama Indonesia di kancah Internasional. Suatu prestasi ketika dapat menahan imbang Uni Soviet dan membuat kiper legendaris Lev Yashin harus berjibaku menahan gempuran dari pasukan garuda saat itu. Namun, jauh setelah itu lahirlah sosok yang akan menjadi legenda Indonesia.

Lahir pada tanggal 10 Juni 1980 dan besar di klub ibukota. Iya, Bambang Pamungkas! Semua orang pasti akan mengenal pemain satu ini. seorang yang cerdas dan berani memperjuangkan haknya. seorang yang berani menentang klub untuk bergabung membela Merah Putih di ajang AFF yang lalu.

Sosok yang dipuja dan dibanggakan oleh seluruh supporter Persija ini, awalnya tidak terlalu membuat hati saya tergerak dengan pemain satu ini yang dikenal dengan sundulan mautnya. Alasannya mudah, karena dia terlalu lembek menjadi seorang striker, itu penilaian saya sebelum mengenal sosok yang satu ini lebih lagi. Sejak saya mengetahui dia merupakan salah satu sosok penting di tubuh timnas Indonesia, bukan hanya menjadi juru gedor tapi kewibaannya dan sosok yang dapat membimbing teman-temannya saat berada di lapangan. Terlebih lagi, keegoisan saya untuk mengatakan dia adalah seorang legenda untuk Indonesia seketika runtuh, saat dia menjadi seorang yang berani melawan untuk Indonesia.

Iya… Indonesia!! Dia berjuang untuk Indonesia, di saat pemain-pemain yang lain mengadaikan kepentingan membela Indonesia karena persoalan perintah klub semata. Bukan hanya untuk untuk Indonesia, dia pun berjuang untuk membela hak pemain yang belum mendapatkan gajinya, bahkan banyak pemain yang harus mengamen untuk dapat pulang ke kampungnya, atau meninggal di Indonesia karena tidak sanggup untuk membayar biaya perawatannya. Tidak banyak pemain yang seperti dia.

Ia meninggalkan klub yang membesarkannya karena persoalan gaji, dia bukan pemain yang mata duitan tapi dia mengetahui haknya yang harus diterima. Dia bahkan sedih ketika harus meninggalkan klub tersebut, seandainya ada banyak pemain yang berani dan cerdas seperti Bepe, mungkin konflik yang berlarut ini segera selesai.

Dengan postur tubuh yang tidak terlalu menjulang tinggi, namun Bepe dapat mencetak gol melalui kepalanya. King Of Header! Tak salah bila sosok legenda ini mendapatkan julukan tersebut. Di pertandingan melawan legenda Milan yang lalu dia lagi-lagi mencetak gol melalui sundulannya. Ah… mungkin akan dapat menghentikan Bepe mencetak gol melalui kakinya, namun dia masih punya senjata pamungkas melalui kepalanya.

Bukan hanya dikenal di Indonesia, tetapi dia pun dikenal di luar. Bahkan beberapa musim yang lalu klub asal Inggris meminati dirinya untuk bermain bersama mereka. Derby County, klub yang digosipkan akan membawa Bepe ke luar dari Indonesia tapi rumor itu hanyalah menjadi rumor yang akan hilang entah kemana angin akan membawanya, dan pada kenyataannya hingga saat ini pun Bambang Pamungkas tetap berada di Indonesia.

Selain kepribadiannya dan semangatnya ketika bermain di atas lapangan, yang membuat saya semakin tertarik dengan pemain satu ini adalah kegemarannya dalam menulis. Bukan hanya kakinya saja yang menari di atas lapangan rumput hijau, namun jari jemarinya pun ikut menari di atas keyboard. Yang dia tulis pun tidak jauh dari olahraga yang membesarkan namanya. tulisannya, selain tentang kecintaannya untuk kembali melihat sepakbola nasional kembali bersatu, dia pun menulis tentang sikapnya dalam menanggapi permasalahan gaji yang selalu di gantung dan kejelasan pembayarannya terhadap pemain.

Selalu dan selalu… seandainya dan seandainya… orang-orang itu membaca apa yang diungkapkan oleh seorang Bepe dan rakyat Indonesia pun tidak lagi membeda-bedakan timnas Indonesia. Seperti yang dikatakan olehnya…

“Tim Nasional itu Indonesia, bukan timnas PSSI atau timnas KPSI. Tim nasional itu Merah-Putih, bukan timnas  biru atau timnas kuning. Dan tim nasional itu bukan milik Djohar Arifin atau milik La Nyalla, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia..”

Lalu saat dia mengatakan kalau PSSI dan KPSI sama-sama ngawur. Sosok yang seharusnya mendapatkan tempat yang lebih di dalam hati saya dan juga oleh para pemain lainnya yang patut mencontoh kejelasan sikapnya. Ketika banyak orang yang mencelanya saat produktifitas golnya menurun, dia tidak membalas kritikan tersebut dengan sebuah kritikan, tetapi dia membalas dengan sebuah prestasi yang mengharumkan bangsa. Ketika banyak pemain yang tidak berani mengambil sikap untuk menentang kengawuran yang terjadi di sepakbola nasional. Dia maju dengan mengambil sikap yang jelas, bukan untuk kepentingan dirinya, atau kepentingan sekelompok tertentu, tapi dia bertindak untuk setiap rakyat yang rindu untuk melihat prestasi sepakbola Nasional kembali bangkit dan harum.

Bila dulu Remang berhasil membuat pemain Uni Soviet dan kiper sekelas Lev Yashin jatuh bangun untuk berjuang demi negara yang dia cintai. Sekarang, mungkin saatnya untuk seorang Bambang Pamungkas yang berjuang untuk melawan orang-orang busuk yang bertahan di atas sana yang semakin membawa kapal PSSI semakin hancur dan akhirnya karam karena rebutan kekuasaan.

Di akhir paragraf ini, saya akan mengatakan teruslah berjuang Bepe dan selamatkan mimpi rakyat Indonesia yang selalu rindu melihat torehan prestasi tercoret membekas di sejarah persepakbolaan Indonesia dengan tinta emas. Kami aka terus berada di belakangmu dan mendoakan setiap perjuanganmu.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s