arsenal

Arsenal 5.

Dennis Bergkamp

“I’ve always been in love with Arsenal since the day i arrived.” – Dennis Bergkamp

Salah satu legenda Arsenal yang berasal dari Belanda, yang memiliki visi luar biasa hingga dia mendapatkan panggilan ‘god’. Seseorang yang berhasil mengabdi di Arsenal lebih dari 10 Tahun dan pemain terakhir yang pensiun di Arsenal sehingga saat dia gantung sepatu, diadakan pertandingan testimonial untuk dia.

Haaaahh… saya merindukan pemain satu ini. siapa yang tidak mengingat gol indahnya saat melawan newcastle? Sangat indah dan class!! Pemain yang besar dan tumbuh dengan gaya permainan total football, didikan asli akademi Ajax, setelah sukses di Ajax, pemain ini terbang ke Italia untuk membela Inter, lalu dia pergi ke Highbury dan mengabdikan dirinya hingga akhirnya gantung sepatu di Arsenal.

Banyak orang yang mengatakan bila dia didatangkan oleh Rioch, namun banyak lagi yang mengatakan bahwa Deinlah yang menjadi aktor kedatangan dari Bergkamp ke Arsenal. Saat Arsene didapuk untuk menjadi pelatih Arsenal, dia langsung berkomentar tentang Bergkamp, “a blessing, a gift when I arrived”.

Sejarah singkat mengenai Bergkamp, dia sempat mengecap berbagai posisi. Namun, hal tersebut menjadi keuntungan bagi dia, dia jadi mengetahui bagaimana caranya menaklukan lawannya. Di Inter, dia bisa dikatakan gagal menemukan permainan terbaiknya saat seperti di Ajax. Karir dia terselamatkan dan mencapai puncaknya saat mengenakan merah dan putih yang mempunyai logo meriam di dadanya.

***

Oke, saya tidak terlalu banyak membahas pemain jenius satu ini terlalu banyak, karena saya pun tidak terlalu banyak mengetahui tentang dia. Kejadian saat dia marah dengan media Inggris, ataupun kejadian lainnya. Saya pun bingung dengan konspirasi apa yang menyebabkan saya jatuh cinta dengan pemain satu ini. dari sekian banyak kartu pemain sepakbola yang menjadi koleksi abang saya, saya mengambil dia dan menempelkannya di lemari buku saya. Padahal saya tidak mengetahui dia awalnya, namun inilah yang membawa saya mencintai Arsenal, selain Arsene tentunya.

Terlalu berat untuk membandingkan dia dengan pemain-pemain hebat lainnya, namun kalau dipaksa untuk membandingkan dan memilih saya akan memilih DB10 menjadi pemain terhebat. Dia memiliki visi yang bagus, penyelesaiannya pun bagus, dan dia memiliki loyalitas yang tinggi. Dan pemain ini pun memiliki keunikan lainnya, yaitu dia tidak berani naik pesawat, dia memiliki semacam trauma, sehingga dia takut untuk terbang. Faktor inilah yang menyebabkan dia mendapatkan panggilan The NON-Flying Dutchman. Agak lucu, seorang tuhan yang takut akan terbang. Why fly? When you can walk on water?

Sampai dia pensiun pun saya masih menghormati dia, bukan hanya menghormati bahkan saya tetap mencintai dia. Selalu saya terbayang, suatu saat nanti dia akan kembali kejajaran kepelatihan di Arsenal. Saat ini, dia masuk dalam staff di Ajax. Klub yang membesarkannya dulu. Memang saat ini Ajax terus mengumpulkan mantan pemainnya yang sukses, baik masuk ke dalam pelatih atau board, tujuannya apa? Mengembalikan lagi masa kejayaan Ajax di era yang lampu, di era yang sekarang.

“I really like Arsenal. But you, yes you! Do you really like Arsenal? Or just Arsenal with trophies?” – Dennis Bergkamp

Itu adalah kata-kata yang paling sering terngiang dan kita ingat. Kalimat ini menjadi kalimat paling efektif hingga saat ini untuk saling mencela orang-orang, bahkan bukan cuma itu kalimat ini sering di ganti dan sering yang bilang kalimat ini adalah lipsservice. Namun, bagi saya, kalimat ini lebih dari sekedar yang orang katakan tersebut, kalimat ini dari hati dan salah satu bentuk kalimat yang merefleksikan bagaimana kita mencintai Arsenal. Apakah kita memiliki cinta yang tulus atau hanya karena trophy yang dapat meningkatkan prestise kita bagi orang lain? Cinta itu buta, cinta itu tidak memandang berapa banyak piala yang dapat diraih, cinta itu kuat dan tidakkan terintimidasi oleh apapun.

Image

Selain kalimat tadi, saya selalu menyukai kalimat yang ini. bagaimana tidak, kalimat ini begitu memiliki makna yang dalam. Sekarang ini, banyak orang yang mendukung suatu klub karena gelar yang selalu dapat diraih tiap musimnya, saat klubnya mulai seret dan berpuasa untuk meraihnya, dia undur dan mencari klub lain untuk dipujanya. Selain itu, karena pemain. Karena pemain yang menjadi idolanya bermain di suatu klub, dia ikut-ikutan mendukung klub tersebut, tapi saat pemain tersebut pindah, hatinya pun ikutan pindah mengikuti kemana pun pemain tersebut akan berlabuh. Karena pelatih, intinya sama kaya pemain. Karena sejarah, ehem, mungkin samalah kaya memilih pasangan hidup, cari yang punya latar belakang bagus, kaya bibit bebet bobotnya mungkin. Tapi semuanya tidak ada yang abadi, semuanya akan bergerak, semuanya akan pergi lalu menghilang, semuanya akan mengalami masa kesulitan, semuanya dapat membuat kita kecewa akan semuanya itu. sehingga dukunglah suatu klub, karena hati kita berada disitu bukan karena paksaan tapi karena ketulusan kita mencintai suatu klub.

Dari sekian banyak pemain yang datang dan pergi di Arsenal, hanya ada satu pemain yang memiliki DNA yang sama, yaitu tidak lain dan tidak bukan. JACK WILSHERE! Tapi tidak ada satu pemain pun yang dapat menyamai Bergkamp, karena pada intinya semua orang tercipta berbeda dan tidak dapat disamakan secara persis.

Oohh… Dennis Bergkamp… how Arsenal miss you? Yes, we do! You always be number 10 for me…

Image

Lepas dari itu, sampai saat ini belum ada pemain yang mengenakan seragam Arsenal selama 10 tahun lebih setelah dia. Ada tiga pemain yang mungkin akan mengikuti langkahnya, pertama Rosicky yang mungkin akan mengantungkan sepatunya saat di Arsenal, kedua Theo, yang mungkin akan menjadi pemain pertama Arsenal setelah era unbeaten yang mengabdi di Arsenal selama 10 tahun. Dan terakhir adalah Jack Wilshere, lagi-lagi nama ini yang selalu berada di otak dan tidak cukup untuk menuliskan banyak alasan mengapa dia layak disematkan untuk mengikuti langkahnya.

Saya bukanlah orang yang menulis dengan menitik beratkan pada fakta dan data, tapi saya lebih memilih untuk menulis mendekatkan Arsenal ke dalam hati setiap pembacanya. Banyak saat ini yang selalu membicarakan dan menuliskan tentang yang buruk tentang Arsenal, atau menghakimi setiap pemain dan pelatih, bahkan di jajaran boardnya juga. Tapi satu hal, kalau misalnya benar-benar cinta akan klub ini, kalian akan terus mendukung siapa pun yang berada di Arsenal. Saya mengetahui bahwa saya bukanlah gooner yang hebat, saya minim pengetahuan tentang Arsenal, apakah ada yang salah? Tapi, saya akan selalu memberikan tulisan yang akan menumbuhkan rasa cinta terhadap klub ini.

Mungkin, orang banyak yang mencela kita para gooners karena puasa yang begitu lama. Tapi jangan takut dan jangan minder, kalian berada di jalur yang benar. Sepakbola itu bukan selalu tentang hasil di papan skor ataupun piala, sepakbola itu adalah bagian dari hiburan, yang membuat kita selalu bahagia ketika klub kesayangan kita bermain. Malah kita, sering sekali bertikai dengan hal-hal yang tidak penting. Urusan soal wenger out ataupun wenger stay, biarlah menjadi urusan orang-orang di London.

Saya teringat dengan kata-kata yang mengetuk hati saya, oleh orang London Utara yang sudah menetap di Indonesia, orang tersebut mengatakan saat di wawancara, “Saya tidak mempedulikan soal gelar, namun saya akan selalu bahagia dan senang ketika pemain yang mengenakan jersey Arsenal, bermain dengan seluruh passion dan membuktikan diri dia layak bermain untuk Arsenal.”

Cinta pada pandangan pertama, mungkin dulu saya tidak terlalu mempercayai dengan hal itu. namun, karena Arsenal mengubah segalanya. Saya cinta kepada Arsenal pada pandangan pertama dan saat itu saya masih malu-malu untuk mendukung Arsenal. Namun, setiap membaca tabloid olahraga selalu mencari berita tentang Arsenal dan tersipu malu saat membaca berita yang membahagiakan, dan kesal ketika mendapatkan Arsenal kalah atau berita-berita yang buruk. Dulu, saya adalah bagian dari secret admirer Arsenal, mencintainya, memujanya, dan mendukungnya dalam gelap saya. Hingga akhirnya, saya memilih memutuskan untuk benar-benar mendukung klub ini, terbang dari merseyside menuju London Utara. Kecintaan saya semakin bertambah dengan mendapatkan berbagai informasi dengan mudahnya di jaman sekarang, di tambah dengan akun twitter paling legendaris yang pernah saya temui, selalu memupuk rasa cinta saya lebih dalam lagi.

Arsenaliyah, itu adalah nama dari para jemaah yang mendukung Arsenal dan memiliki tanah suci yang lebih di kenal dengan Emirates Stadium. Di sana, Tuhan menciptakan tuhan yang bernama Dennis Bergkamp. Seorang legenda dan seorang pemain yang selalu menjadi panutan bagi para pemain muda, seorang pemain dengan memiliki talenta begitu hebat, seorang pemain yang sangat jenius.

Benar kata banyak orang, tidak ada yang pernah abadi di dunia ini. pemain akan datang dan pergi meninggalkan Arsenal, namun para gooners akan selalu berada di belakang Arsenal apapun yang akan terjadi, mereka tidak pernah meninggalkan Arsenal.

Suka dan duka, dia alami saat masih aktif di Arsenal. Mengangkat dan mencium sebuah trophy emas adalah kebanggaan yang selalu dikenang. Menjadi bagian saat pertama kali mencetak sejarah sebagai klub asal London pertama yang menginjakan kaki di final UCL, walau akhirnya takluk dengan dramatis. Menjadi bagian saat meninggalkan stadion yang sederhana dan penuh dengan kenangan dan misteri, untuk pergi ke stadion yang super megah dan besar. Menjadi bagian dalam sejarah Arsenal dan akan selalu menjadi legenda di Arsenal. Mungkin suatu hari nanti dia akan kembali ke Arsenal lagi.

I love playing football, being out on the pitch with a ball, and I will be a little sad when that ends.” – Dennis Bergkamp

Satu petikan betapa dia mencintai sepakbola, dan akhirnya eksitensinya harus berhenti dan mengantung sepatunya sebagai pemain. Rasa yang sedih menjadi haru biru, saat pertandingan terakhirnya untuk Arsenal, seorang legenda itu akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan Arsenal dan menanggalkan statusnya sebagai pemain. Dia, datang saat menjadi pemain kelas dunia dan pergi tetap dengan pemain kelas dunia.

 

“I close my eyes, dreaming of you playing in our side, until I die. There’s so much left to say, ‘cause every single time you play you took my breath away. 

Oh you will always be the number 10 for me!” –  Arsenal Away Boyz – Every game I go (Dennis Bergkamp)

Dan sebagai akhir dari kata yang saya ketik ini, sebuah ungkapan perpisahan dari The Non-Flying Dutchman.

“I’m leaving this club with such a heavy heart!” – Dennis Bergkamp

Standard

6 thoughts on “Arsenal 5.

  1. Anisah Khairiyah says:

    Seperti biasa selalu nyentuh hati. Jujur saya ini cuma gooner baru. Sedikit bgt pengetahuan Arsenalnya. Sering dicaci pula. Tapi makin lama, makin cinta sama Arsenal. Ada yg beda sama Arsenal dibanding tim lain tapi gak tau apa ._. Saya cinta Arsenal dan semua yg main didalamnya🙂

    • sama saya juga minim pengetahuan tentang Arsenal, coba sering ngobrol tentang Arsenal ke orang-orang , atau baca-baca blognya akun twitter dari @indocannon , itu untuk pengetahuan oke, kalau saya cuma ke hati saja🙂

  2. Tias desgar says:

    Saya cinta arsenal sejak tahun 2006 tapi rasanya saya sudah mencintai arsenal selama hidup saya. Saya eela melakukan apapun bahkan ditahun 2011 saya meninggalkan UAS kuliah saya demi menonton pertandingan arsenal di london bahkan ditahun yang sama saya mengorbankan uang pembayaran kuliah saya demi mencukupi kekurangan dana saya untuk kembali menonton langsung di emirates. Jika anda ingin berbagi dengan saya hub 085669688873 . Anda cinta arsenal itu berarti kita bersaudara🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s