arsenal

Arsenal Part 3.

Delapan Tahun, bukanlah waktu yang singkat dan dalam waktu yang panjang itu, Arsenal mengalami berbagai macam perubahan demi perubahan. Kedatangan juragan kaya di London sebelah Barat, menjadi pangkal perubahan yang terjadi di Arsenal, dengan ditambahnya pembangunan stadion baru yang menimbulkan banyak hutang menambah semakin jelas tuntutan perubahan itu.

Mungkin banyak orang yang melupakan soal hutang ini dan mengatakan bila Arsenal merupakan klub yang super kaya, tapi sebenarnya Arsenal masih memiliki banyak hutang. Dan kemungkinan baru bisa bernapas lega pun itu pada tahun 2014. Setiap musim selalu kehilangan pemain bintang dan pentingnya, ini yang membuat tingkat konsitensi Arsenal merendah untuk menjadi pesaing dalam gelar juara. Namun, setiap musimnya Arsenal selalu dapat meraih 4 Besar.

Setiap pemain akan datang dan pergi, namun hanya ada seseorang yang bertahan disana, yaitu Arsene Wenger. Mungkin dia tidak tahu yang terbaik, tapi dia lebih tahu lebih baik dari kalian. Kalian yang sering mencerca dirinya, mending terus dukung dia, bagaimana pun juga dia adalah pelatih Arsenal dan bagian dari Arsenal, yang seharusnya untuk terus kita dukung.

Tidak selamanya awan itu selalu kelabu dan mendung, dan seperti kata R.A Kartini, “Habis gelap, terbitlah terang.” Dan gue juga percaya akan kalimat ini, kegelapan yang membayangi Arsenal saat ini, akan munculah terang akhirnya.

Dalam beberapa hari terakhir, dijajaran Board dan Wenger pun selalu berkata, “Arsenal siap untuk kembali berbelanja.” Dan gue pun engga yakin kalau sekarang Arsenal belanja besar, namun awal musim depan belanja itu dimulai. Belanja yang akan dilakukan seperti biasa, membeli para pemain muda dan pemain yang mulai meredup. Bila komposisi pemain sekarang dipertahankan dengan tambahan pemain baru di musim depan, akan menambah kekuatan Arsenal.

Yes, musim ini merupakan musim terparah Arsene di Arsenal, tapi keajaiban itu pasti akan muncul, seenggaknya bisa kembali ke 4 besar. Kalau pun engga masuk 4 besar, Arsenal juara UCL dan FA J. Harapan yang terlalu tinggi tapi itulah yang namanya mimpi dan keyakinan.

Aku sedang bermimpi dan akan terus bermimpi.

Gue melayangkan pandangan mata gue ke arah tabel EPL, dan ah tidak lagi-lagi masih belum dapat melampaui Scums. Apakah St. Totteringham Day tahun ini tidak ada? Oh semoga saja tahun ini kembali berlanjut.

Arsenal adalah klub kecil kok, dan karena saking kecilnya sampai menuju 8 Tahun tanpa gelar, dan selalu terpleset dengan klub kecil, tapi selalu memiliki kekuatan bila menghadapi klub besar. Arsenal butuh sosok pemimpin yang punya passion besar dan jiwa kepempimpinan untuk mengerakan tim di lapangan.

Masa depan Arsenal begitu cerah dan luar biasa, tidak dipungkiri dengan pemain muda yang akan menjadi kekuatan di masa depan, seperti, Woj yang akan menjadi salah satu kiper terbaik, Gibbs dan Jenki yang akan menjadi kekuatan pada fullback dan tidak diragukan lagi semangat mereka ketika bermain, Ramsey oke untuk pemain yang satu ini memang masih labih, namun sebenarnya Ramsey memiliki kualitas yang oke, namun kejadian patah kaki membuat dia masih memiliki rasa trauma, dia pun selalu berlari seperti tidak kenal lelah. Jack Wilshere, ini merupakan pemain yang paling hot, calon kapten masa depan Arsenal, tidak kenal lelah, daya ledaknya luar biasa, dan dia merupakan aset paling berharga untuk Inggris. Tidak lupa Theo, sekilas saya melihat kembali kehadiran dari Henry di sosok pemain ini, namun Theo harus terus belajar dan berkembang, tidak cukup mengandalkan  kecepatan yang dimilikinya, ah iya masih ada Chambo!! Yes, dia merupakan salah satu pemain kesukaan gue, ingat sewaktu dia bermain melawan MU pertama kali, dia ngacak-acak pertahanan MU hingga akhirnya ia harus digantikan karena permasalahaan cedera yang menganggunya.

Dan ada yang berkata lebih baik klub dimiliki oleh sugar daddy dan menghasilkan gelar, gue engga sepenuhnya setuju, gue lebih baik klub berdiri di atas kakinya sendiri, buktinya klub-klub di Jerman, tanpa mengandalkan uang yang berlimpah masih dapat berprestasi bukan? Iya, gue lebih baik melihat suatu klub itu dewasa bahkan dapat menghasilkan dana sendiri tanpa bergantung dengan pemilik. Ibaratanya tuh klub yang bergantung pada pemilik kaya itu kaya, anak kecil yang minta apa-apa ke orangtuanya dengan mudah dikasih, tanpa harus memikirkan ke depannya, dan klub itu akan berakhir dengan kemanjaan, ketika sudah menikmati itu, aliran dananya putus, klub akan kocar-kacir. Mau kalau Arsenal seperti itu?

Kalau mau diberi contoh, eheeem… gue sih engga tau ya dulu itu di serie a itu yang punyanya para sugar daddy atau apa tapi yang jelas, setelah pemiliknya bangkrut, klub pun ikutan bingung dengan persoalan gaji, pemain bintang pun lepas. Imbasnya? Sebaiknya anda sendiri yang mengambil kesimpulan.

Sekarang, memang jamannya Modern Football, jaman memang sudah berubah dan sekarang persaingan semakin kejam, kalau punya uang besar dan mengelontorkan uang lebih banyak, oke ada jaminan bisa meraih gelar, meski tidak sepenuhnya benar.

Modern football is a shit! And your support is fucking shit! Banyak orang yang bangga dengan hal itu, memiliki pemilik yang punya uang banyak dan menghamburkan begitu saja, dan fatalnya lagi harga yang dibayarkan tidak sesuai dengan harapan dan hanya menjadi sampah.

Untuk pelatih, pelatih yang bagus itu menjadikan pemain sampah dan muda menjadi pemain dengan kualitas top, bukannya pemain top jadi kualitas sampah dan menjadi bench warmer,hahaha. Gimana dengan AW? Dia top! Dan menurut gue salah satu kembarannya adalah DM! Dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, mereka dapat membuat kestabilan di klub dan prestasi, ukuran soal prestasi bukan di ukur dari berapa banyak piala, kalau mau banyak piala mah gampang, tinggal beli aja di Senen, atau kumpulin alien-alien untuk bermain di satu klub. Tapi itu engga ada seninya, sepakbola dengan seni itu selalu indah.

Engga ada yang salah dengan cercaan, gini, kita adalah supporter layar kaca, mau lo caci maki pun apa efeknya? Akan menambah nilai dukungan lo? Engga! Namanya juga supporter ya namanya dukung lah, caranya? Datang ke tempat nobar! Daripada cuma teriak-teriak dan ngeluh di media sosial, mending teriak-teriak bareng sama saudara yang diikat karena Arsenal.

Adalah yang bilang Arsenal itu PHP,hahaha itu memang udah lama dan terkadang sih menurut gue sih yang bikin kita merasa di PHP-in itu karena media. Iya, siapa sih yang engga tahu tentang media di inggris? Media disana keras.hahaha

Dukungan itu terus berada dalam hati, dan selama mereka masih ada di Arsenal, tugas dan bagian dari Supporter adalah DUKUNG! Berhentilah mencela mereka, mereka butuh dukungan untuk dapat kembali bersemangat lagi.

Gue memang jauh dari Arsenal secara nyata, tapi Arsenal selalu berada dekat dengan gue, karena Arsenal berada di hati gue, secara simpelnya.

Bila kamu adalah Gooners, berarti kita adalah saudara. Meski kamu menganggap dirimu AKB atau Non-AKB kita adalah saudara. Engga usah yang namanya ngadu debat siapa yang benar dan salah, karena engga bakal ada habisnya dan bikin capek, mending sama-sama ngedukung Arsenal menjadi sebuah kesatuan yang militan.

Karena, Gooners akan selalu mendukung Arsenal dalam keadaan apa pun juga, mau menang, seri, ataupun kalah. Dan Arsenal tanpa Gooners bukanlah Arsenal, demikian juga Gooners tanpa Arsenal, tidak menjadi apa-apa. Gooners adalah bagaian terpenting dari Arsenal, dan kita adalah pahlawan-pahlawan Arsenal yang luar biasa. Kita memang dari Indonesia dan chants hanya  dari depan layar kaca, tapi hal itu tidak mengurangi rasa cinta kita terhadap Arsenal.

tertanda Jona.

Standard

6 thoughts on “Arsenal Part 3.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s