bola

London In Crisis?

tidak semua London sedang dalam keadaan krisis, setidaknya ada dua bagian, yaitu London Utara yang diwakili oleh Arsenal dan London Barat yang diwakili Chelsea.

Di kubu Arsenal, teriakan untuk Wenger meletakkan jabatannya semakin keras, ketika kemenangan tak kunjung datang ke kubu Arsenal, dan fans yang semakin jengah ketika melihat para pemain bintangnya terus menerus keluar tiap musimnya. Rekor demi rekor terpecahkan, namun bukan rekor yang baik, hanya rekor buruk yang pecah. Awal musim ini bahkan menjadi rekor baru Wenger yaitu dengan mendapatkan perolehan point terendah sepanjang di melatih Arsenal.

Di kubu Chelsea, November Rain. Mungkin itu cocok untuk disematkan kepada mereka, karena November masih terlihat kelabu bagi mereka. Rentetan hasil buruk yang diterima membuat pelatih Di Matteo harus merelakan jabatannya, padahal pelatih muda ini berhasil membawa dua piala yang bergengsi untuk Chelsea bahkan salah satunya menjadi sejarah buat Chelsea. Dua piala tersebut, ialah FA dan UCL. Hasil yang kurang memuaskan membuat pemilik Chelsea hilang kesabarannya dan takut bila Chelsea tidak meraih apa-apa musim ini, sehingga melakukan perubahan yang cukup fenomenal dengan menganti pelatih mereka.

Perubahan pelatih mendapatkan penolakan dari fans mereka, pasalnya yang ditunjuk menggantikan RDM ialah Rafa. Semua orang mengetahui kalau Rafa adalah penyulut rivalitas di antara Liverpool dan Chelsea, saat dia melatih Liverpool dulu. Setiap di menit 16, fans Chelsea selalu bernyanyi ataupun berteriak nama RDM. Penolakan yang lebih jelas terlihat saat banyak fans di media sosial menuliskan #RafaOut.

Arsenal sekarang bahkan dimasukkan ke dalam kategori klub medioker, karena tidak pernah juara selama 7 tahun dan selalu mengincar 4 besar, bukan juara. Bukan cuma medioker, Arsenal layak mendapatkan kategori sekolah terbaik di muka bumi. Pemain yang sudah top akan dijual, lalu membeli pemain antah berantah, di bina dan di jual. Itu siklus yang terjadi di Arsenal saat ini.

Alasan terjadi karena kebutuhan dana untuk membayar hutang-hutang Arsenal. Sebagai klub yang berdiri di kaki sendiri tanpa meminta-minta uang kepada pemilik kaya seperti yang dilakukan oleh beberapa klub lainnya. Wenger dipaksa untuk cermat melakukan pembelian pemain, yang membuat pemain bintang dengan harga WAH tidak didatangkan dengan mencari pemain muda yang berharga murah yang dibelinya.

Menariknya dua klub ini, satu dengan kekuatan finansial pemilik, dan yang satu lagi dengan kekuatan sendiri. Satu klub berambisi juara dan satunya lagi berambisi mengincar posisi 4 besar dalam klasmen akhir.

Pembelian pemain muda dengan harga yang fantastis, memunculkan harapan besar untuk mempertahankan gelar eropa dan merebut kembali gelar juara EPL, dengan kemenangan beruntun di awal pekan EPL. Perubahan itu mulai terasa ketika mereka gagal meraih gelar Super Eropa, karena kekalahan menyakitkan dari Atletico Madrid. Tidak sampai disana harapan mereka mempertahankan Big Ear pun pupus, juara bertahan takluk di fase grup! 2 harapan gelar telah hilang, tinggal menunggu akhir tahun ini, apakah Chelsea berhasil juara piala dunia antar klub?

Menjual pemain andalan musim ini sangat terasa dibandingkan dengan penjualan musim lalu. RVP dan Song merupakan sosok sentral Arsenal di musim lalu, kehilangan mereka membuat Arsenal kurang bertaji. Taktik Wenger yang monoton selalu di kritik, karena taktiknya mudah di baca bahkan dipatahkan oleh lawan.

Hingga kapan Arsenal terus berpuasa gelar? 2014? Tidak. Itu yang diharapkan oleh seluruh fans Arsenal, namun pada kenyataannya Arsenal diprediksi bisa kembali bersaing pada tahun tersebut. Semoga prediksi itu salah!

November Rain telah usai, namun bulan Desember adalah bulan terberat bagi seluruh klub di EPL. Chelsea paling merasakannya, dengan menambah pertarung di level Piala Dunia Antar Klub di Jepang.

Bukan hanya fisik yang dikuras, namun mental para pemain dan pelatih pun di kuras pada periode Desember. Akhir tahun yang kelam atau yang cerah bagi kedua klub ini? Entahlah. Bersiaplah kembali mengenakan sabuk pengaman, karena akan dipastikan roller coaster kedua klub ini akan kembali.

Fans telah melakukan boo kepada setiap pemain, bahkan memakai pakaian hitam-hitam yang menandakan kekecewaan mereka terhadap Wenger. Mereka terus mendesak Wenger mundur dan mengharapkan perubahan terjadi di Arsenal. Mereka sudah merindukan Arsenal mereka kembali seperti dahulu, mereka rindu melihat piala itu di angkat oleh kapten Arsenal. 7 tahun namun tidak ada satu pun piala yang mengisi lemari piala di Emirates Stadium. Aib?

Bagi para fans, harapan mereka hanyalah keluar dari krisis ini lalu keluar sebagai pemenang, dengan meraih piala di akhir musim ini.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s