bola

Indonesia!!

“Ah timnas yang sekarang mah timnas IPL.”

“biarin aja kalah, lagi pula ini timnas KW kan?”

 

Banyak orang yang masih membeda-bedakan timnas Indonesia akibat kisruh dalam tubuh federasi bahkan lebih parahnya lagi mereka banyak yang merendahkan timnas Indonesia yang sedang berlaga pada piala AFF kali ini.

Setiap peluh keringat yang pemain keluarkan di lapangan tidak mereka anggap, siapa yang salah? PSSI kah atau KPSI? Entahlah, yang gue tahu semuanya salah karena terlalu mementingkan ego mereka tapi yang gue tahu kubu KPSI lebih parah karena mereka dengan sengaja ingin menjatuhkan kubu PSSI sekarang dengan pelarangan klub-klub yang bernaung di bawah KPSI untuk mengijinkan pemain bergabung ke timnas. Eh tunggu dulu tapi mereka baru mengijinkan ketika 3 atau 4 hari sebelum piala AFF di mulai! TELAT!

Alasan profesionalisme mereka pakai untuk mengadaikan nasionalisme yang mereka miliki, hanya untuk segelintir uang mereka menjualnya! Mungkin hanya di Indonesia profesionalisme kalah dengan nasionalisme. Dari sekian banyak pemain yang dipanggil hanya ada satu yang bergabung dengan timnas yaitu Bambang Pamungkas! Buat kami dia adalah legenda untuk persepakbolaan Indonesia!

“Nasionalisme tidak akan membuatmu miskin”

Kami lupa siapa yang mengatakan ini tapi seingat kami ini pernah ada dalam linimasa twitter @legioen13.

Awalnya rasa hormat kami terhadap pemain yang dipanggil bepe ini berkurang tapi setelah ia melakukan tindakan tersebut rasa hormat kami kembali besar terhadap pemain ini malah kami mengatakan dia adalah pemain besar dan dia adalah benar-benar legenda! Dia bukan cuma pemain yang hanya dapat banyak berbicara tapi dia membuktikan rasa cintanya untuk membela Sang Merah Putih. Memang dalam soal kualitas ia mulai menurun tapi peran dia di luar lapangan atau dalam lapangan sangat berperan dia adalah pemain yang dapat menjadi contoh bagi pemain-pemain muda yang minim jam terbang baik secara internasional maupun klub.

Setiap pertandingan timnas Indonesia, salah satu dari kami menangis haru melihat perjuangan mereka yang tidak kenal lelah dan mereka benar-benar berjuang untuk membuktikan bila mereka layak untuk membela Merah Putih. Ketika sekian banyak menghina, menertawai, mempecundangi, bahkan mengolok-olok mereka, mereka tetap berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Sesungguhnya Soeratin bercita-cita untuk sepakbola Indonesia menjadi bahasa persatuan bagi bangsa ini tetapi pada kenyataannya hingga hari ini orang-orang yang mempunyai sebuah tujuan menunggainya untuk mencapai tujuan itu. Orang-orang itu bermain dibawah politik jadi sepakbola Indonesia sekarang dipakai untuk banyak kepentingan politik.

Dari dua pertandingan yang telah dilewati Timnas Indonesia ini, mereka menciptakan dua rekor sekaligus yaitu pertama kalinya tertahan imbang oleh Laos dan sejarah baru tercipta Indonesia berhasil mengalahkan Singapura! Kami jadi teringat dengan ucapan pelatih saat sehari sebelum keberangkatan ke Malaysia.

“Kami berangkat ke Malaysia bukan untuk berlibur tetapi untuk berperang.” – Nil

Dan mereka membuktikannya dengan perjuangan yang tidak kenal lelah seperti para tentara yang sedang berperang mereka membuktikannya di lapangan yang akhirnya membawa kemenangan itu untuk Indonesia. Lalu Andik sebagai bintang saat itu mengatakan yang lebih dahsyat lagi!

“Saya dedikasikan gol dan kemenangan tersebut untuk masyarakat Indonesia. Terutama yang selama ini membenci Timnas.” – Andik

Ironinya kemenangan yang sangat disambut gegap gempita ini direspon dengan sebelah mata oleh beberapa orang terutama oleh orang-orang yang berada di bawah KPSI. Di antara mereka mengatakan bila kemenangan ini 100% kerja keras dari pemain bukan karena pelatih. Tapi yang jelas mereka mencatatkan sebuah sejarah! Dan untuk digarisbawahi bila peranan pelatih nol seperti yang dikatakan oleh seorang pelatih ini mungkin tidak akan terjadi kemenangan ini.

Masih ada satu partai terakhir di penyisihan grup dengan bertanding melawan tuan rumah dan musuh bebuyutan yaitu Malaysia! Dan sejarah itu akan terus berlanjut di Bukit Jalil!

Kami bukanlah siapa-siapa di persepakbolaan Indonesia, kami bukanlah seorang supporter Indonesia yang vokal, kami bukanlah seorang jurnalis, kami bukanlah seorang supporter yang selalu datang ke GBK untuk mendukung timnas, tapi kami adalah seorang yang mencintai timnas Indonesia.

Kami terus bermimpi bila Indonesia kembali menjadi macan asia kembali. Perlu di ingat Arab Saudi belajar membuat kompetisi dari Indonesia bahkan negara yang sekarang menjadi salah satu kekuatan Asia yaitu Jepang. Kompetisi J-League mereka belajar dari Galatama yaitu liga semi-profesional pertama di Indonesia yang mengijinkan klub mengontrak pemain asing.

Kami tahu bahwa mimpi itu masih panjang untuk terwujud selama orang-orang yang berkuasa disana hanya mempedulikan kekuasaan mereka dan menjadikan sepakbola menjadi sapi perah bagi mereka.

Kami rindu untuk merasakan euforia kemenangan itu, kami rindu memiliki satu federasi, kami rindu memiliki satu timnas, kami rindu mempunyai satu kompetisi. Kami rindu terhadap sejarah Indonesia itu kembali lagi.

Kami bukan orang KPSI atau PSSI, kami hanyalah seorang bocah yang merindukan Sepakbola Indonesia yang bersih dan jujur yang lepas dari APBD dan kami rindu untuk melihat piala AFF itu di angkat oleh kapten Indonesia.

Kerinduan kami tidak dapat terjadi bila pemain dan supporter masih saling berbeda pendapat dan yang kami inginkan adalah pemain dan supporter melakukan tindakan untuk perubahan. Kami tak dapat melakukan apa-apa, kami hanya dapat menulis melalui media blog ini.

Sepakbola kita memanglah sedang terpuruk tapi satu hal supporter Indonesia tetaplah menjadi salah satu yang terbaik di dunia!

Mari satukan suara dan dengan lantang berteriak INDONESIA!!! INDONESIA!!!

 

Hanya ada satu Timnas yaitu TIMNAS INDONESIA! Bukan Timnas KW, Timnas Asli, Timnas IPL, atau Timnas ISL. One and only INDONESIA!

Mereka di lapangan berjuang dengan peluh keringat mereka hanya ada satu yang mereka pikirkan yaitu mereka melakukannya hanya untuk Merah Putih dan Sang Garuda. Saatnya kita untuk terus mendukung mereka menciptakan sejarah dengan menjadi juara AFF untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

“Kami bukan PSSI, Bukan juga KPSI, kami hanya TKI yang cinta TIMNAS INDONESIA!– spanduk supporter di Stadion Nasional Bukit Jalil

Kami hanya cinta Timnas Indonesia, kami dukung sepenuhnya Timnas Indonesia, dan kami akan menantikan dua pertandingan di Gelora Bung Karno. Merah Putih akan berkibar lebih tinggi, Sang Garuda akan terus terbang, Indonesia Raya akan terus bergema, dan sepakbola akan kembali menyatukan seluruh rakyat Indonesia bukan hanya menyatukan tapi menjadi sebuah hiburan di antara himpitan kehidupan ini.

“If you’re the only one who dream, it’s only a dream…, but when millions share the same dream, it’s reality.” ( Brazilian old phrase)

#HARIINIPASTIMENANG

@jonasima

@legioen13

@Ryo_L13

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s