arsenal

Meriam yang Tidak Membutuhkan Sebuah Tongkat Peri!

sebelumnya, Artikel ini untuk pertama kali dipublikasikan lewat blog ini dan ada beberapa tambahan di akhir mengikuti perkembangan Arsenal saat ini.

Image

Masih adakah yang ingat dengan sebuah keajaiban yang dilakukan oleh Arsenal pada musim 2003/2004 saat melewati hadangan Inter Milan di UCL? Iya, pada pertemuan pertama di Highbury, Arsenal kalah 0-3 oleh Inter. Pada pertemuan kedua sebuah keajaiban itu terjadi! Ketika orang-orang mulai pesimis agar dapat lolos dari terjangan Inter. Ketika orang-orang mulai berkata terlalu berat untuk menang besar di Italia. Tapi nyatanya, Arsenal berhasil menaklukan Inter dan bukan hanya menaklukan tapi menjadikan keajaiban itu terjadi! Arsenal Lolos kebabak selanjutnya!! Impossible is nothing.

Musim lalu keajaiban itu pun terjadi, namun sayangnya dewi fortuna masih belum dipihak Arsenal. Ketika kekalahan 4-0 di kandang Milan, lagi-lagi semua fans Arsenal tertunduk dan menatap pertemuan selanjutnya penuh dengan pesimis. Pertemuan kedua, Arsenal membuat Milan tak berdaya dengan kejebolan 3 gol di babak pertama. Keyakinan untuk dapat lolos semakin membesar dan kembali mematahkan pendapat banyak orang bila Arsenal akan kalah dan tersingkir. Tapi permainan di babak kedua sangat antiklimaks dengan ditambahnya pertahanan yang solid dari Milan, tidak ada gol yang tercipta dan Arsenal tersingkir. Setelah pertandingan banyak fans yang di dalam stadion masih bertahan dan merayakan kemenangan mereka melawan Milan dengan chants kurang lebih 60 menit setelah pertandingan dengan nyaring dan bangga. Arsenal memang tersingkir tapi mereka merayakan selayaknya Arsenal sedang meraih sebuah piala yang mereka rindukan.

Arsenal memang kalah 1-3 oleh Bayern di musim ini, namun yang menjadi penting disini adalah apakah keajaiban itu akan kembali terjadi lagi? Arsenal yang sekarang bukanlah Arsenal yang membuat orang takjub ketika mengalahkan Inter, Arsenal yang sekarang sangat berbeda. Inter bukanlah Bayern. Bayern sangat-sangat berbahaya dan mereka merupakan favorit juara, dibandingkan dengan Arsenal, Bayern sangatlah superior.

Pertandingan ini kalau misalnya diberikan sebuah perumpamaan, mungkin lebih cocok seperti pertempuran Daud melawan Goliat, atau seperti kisah heroik prajurit tempur Spartan melawan prajurit Persia. Mereka sangat kecil, bahkan dengan pandangan orang pun akan sepakat untuk mengatakan, “Mereka pasti kalah!”. Daud dan bangsa Spartan mempunyai sama-sama keyakinan bila mereka dapat mengalahkan musuh mereka meski mereka kecil dan diragukan oleh banyak orang, dan mereka berhasil membalikkan persepsi orang di akhir pertempuran mereka. Dapatkah Arsenal melakukan itu?

Permasalahannya adalah mental. Arsenal yang sekarang belum mempunyai seorang pemimpin di lapangan yang mempunyai mental seperti King Leonidas di film 300, seorang pemimpin yang bisa membangkitkan semangat pasukannya ketika mereka mulai ragu dan gentar untuk terus berperang hingga meraih kemenangan.

Dengan mental yang angin-anginan ditambah lagi bermain di kandang lawan yang terkenal dengan atmosphere yang luar biasa. Dan jangan lupa dengan tekanan dari fans yang semakin membuat beban mereka begitu besar. Apakah di saat ini saatnya untuk pesimis? Kalau melihat dengan pandangan yang realistis mungkin saya pun akan mengatakan sulit untuk menang, tapi saya adalah orang bodoh yang tidak realistis yang masih percaya dengan keajaiban itu akan terjadi lagi Allianz Arena.

Kisah heroik itu dapatkah terulang di laga hidup mati Arsenal nanti? Semoga saja dapat terulang lagi, bahkan bukan cuma terulang namun membuat sebuah kejutan yang luar biasa. Bukan cuma menang, tapi dapat lolos. Memang sulit dan bila diukur dengan peluang berapa persen, mungkin hanya dapat meraih 1-10% untuk Arsenal dapat lolos.

“Yes, the chance is small, but the chance makes the impossible possible. That would be a great credit for our team to do it. We have to try to achieve it.” – Arsene Wenger. Di kutip dari arsenal.com

Sangat… sangat… sangat kecil… apa lagi dengan melihat kondisi psikologis setelah kekalahan pada derby minggu yang lalu, yang kemungkinan besar jatuh. Di tambah dengan pertahanan Arsenal yang sangat-sangat lemah, lini belakang Arsenal seperti para pelajar sekolah yang sedang dalam masa belajar untuk bertahan.

Bayern, begitu diunggulkan dengan kondisi yang terus menjaga tren positifnya sepanjang pertandingan dan iya mereka pun memancang target untuk meraih 3 piala sekaligus dalam semusim. Mereka haus dan lapar untuk menyapu bersih semua piala yang mereka ikuti, lalu mereka juga lapar akan kemenangan.

Arsenal memang sedang mengalami masa-masa kegelapan dan terpuruk ke dalam musim terburuk mereka, namun bila seluruh pemain bermain dengan seluruh kemampuan mereka dan bermain secara 90 Menit dengan passion mereka. Keajaiban itu akan kembali muncul di sebuah cerita pagelaran UCL musim ini, sebuah klub yang sedang mengalami masa pesakitan berhasil mengalahkan sebuah klub yang sedang berada di masa jayanya. Ah, mungkin saya sedang menulis ini dengan penuh khayalan yang begitu tinggi.

Saat pertemuan di Emirates yang lalu ketika pemain Arsenal baru sadar bahwa mereka tertinggal, baru mereka semangat dan tak membiarkan permainan dari Bayern berkembang, tapi semuanya telat dan finishing terlalu mereka di tambah dengan pertahanan Bayern yang begitu solid saat itu.

Sebaiknya orang-orang tidak mengatakan bila pertandingan antara Bayern dengan Arsenal ini sudah habis dan tidak seru, mereka sama-sama akan berjuang meraih tiket ke babak selanjutnya. Hanya satu klub yang akan berhasil meraih tiket itu. Menang dan cetak gol yang banyak! Semoga ada sebuah kisah yang menarik tertuliskan pada UCL musim ini.

Arsenal… semoga klub ini bermain seperti prajurit Spartan yang berperang hingga titik darah penghabisan mereka, bukan untuk kebanggaan nama mereka tapi untuk kebanggan bangsa dan rakyat mereka.

Sepakbola bukan hanya soal urusan statistik, tapi sepakbola adalah sebuah pertandingan yang apa pun dapat terjadi di lapangan dan dapat menepiskan segala statistik tersebut. Untuk menjadi kata-kata penutup di sebuah tulisan ini, akan saya sajikan ucapan dari seorang pemain yang ganteng di Arsenal.

Image

“We just need to keep positive and give everything we have. We all know anything can happen in football.” – Gervinho

Sekarang memang saat itu hampir terjadi sebuah keajaiban dengan membuat cela dan mengatakan kepada dunia bila Arsenal dapat mengalahkan Bayern di kandangnya, bahkan membuat clean sheet pula.

Kalau di UCL, hampir terjadi sebuah keajaiban, tidak demikian di EPL, keajaiban itu hampir menjadi nyata. Ketika kita melihat di awal musim permainan Arsenal payah, dan momentum setelah kemenangan di Jerman tetap terjaga. Arsenal kini berada di posisi 3 di klasmen.

Semua sudah hampir mengatakan, Arsenal tidak akan lolos ke UCL musim depan! Arsenal akan finish di bawah Spurs! Tetapi tunggu, lihat sekarang bagaimana rasa lapar mereka di lapangan untuk mendapatkan setiap point penuh.

Memang, berapa pertandingan terakhir, Arsenal tidak menampilkan permainan indah yang membuat para pecintanya orgasme sesaat. Arsenal berusaha untuk mendapatkan point penuh untuk menjaga asa ke UCL musim depan.

Sekarang, berharap momentum itu tetap terjaga hingga akhir musim dan di akhir pekan ini. Selamat datang di Emirates, sang juara EPL dan Robin van Persie! Arsenal akan memberikan perlawanan terbaik untuk memberikan sedikit goresan.

About these ads
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s